Menkes Dukung Indonesia Future Network: Bonus Demografi Penentu Indonesia Emas

AKURAT.CO Dalam Kick off Indonesia Future Network Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan pentingnya pemanfaatan bonus demografi dalam target Indonesia Emas 2045.
Jika Indonesia tak bisa memanfaatkan bonus demografi, maka Indonesia tak akan menjadi negara maju.
Awalnya, Budi mengingatkan target Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal Indonesia Emas.
"Pak Presiden Sudah Mengingatkan agar Indonesia menjadi Indonesia Emas di tahu 2045. Itu artinya, Indonesia harus menjadi negara maju," kata Budi di Kantor Staf Presiden, Jumat (22/3/2024).
Baca Juga: Sun Life Indonesia Ajak Perempuan Indonesia Berwirausaha Melalui Sun Entrepreneur
Menurut Budi Gunadi, pendapatan nasional bruto atau gross national income (GNI) bisa tembus hingga USD13 ribu saat terjadi bonus demografi. Bonus demografi adalah masa di mana penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih besar dibanding usia nonproduktif (65 tahun ke atas).
"Kenapa kesehatan itu penting bagi sebuah negara, karena dalam sejarah bangsa-bangsa di dunia, bangsa yang bisa menembus ke angka 13 ribu GNI per kapita, itu terjadi saat-saat yang spesifik. Yaitu saat bonus demografi," katanya.
Jika sebuah negara gagal memanfaatkan bonus demografi, maka negara tersebut akan terjebak di negara menengah.
"Dan negara yang gagal GNI 13 ribu di saat bonus demografi, atau lima tahun sesudahnya, Itu akan selamanya di negara menengah, atau middle income trap, terjebak dia karena tak ada momentum lagi," katanya.
Indonesia Future Network adalah forum ekslusif untuk mempertemukan potential leaders yang telah menempatkan posisi middel-top manament di lintas sektor dengan para menteri terkait untuk memastikan legasi presiden Jokowi menjadi pondasi inovasi bagi stakeholder masa depan menuju Indonesia Emas 2045.
Perserta IFN dipilih melalui proses kurasi ketat (talent scouting) oleh tim Kantor Staf Presiden dengan memproyeksi para talenta terkait kualitas yang istimewa, reputasi dan potensi menjadi pionir di 5-10 tahun mendatang untuk memimpin di sektor strategis mereka masing-masing
IFN merupakan program kolaborasi dari Kantor Staf Presiden, Kemenpora, Bappenas, Perkumpulan Warga Muda, Pijar Foundation, Huawei dan Privy.
Baca Juga: Timnas Indonesia Langsung Latihan Setiba di Hanoi Semalam, STY Sebut Kondisi Pemain tak Ideal
Acara kick off dilaksanakan di Bina Graha komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/3/2024). Dalam acara itu, hadir Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Menpora Dito Ariotedjo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Deputi Bappenas Amich Alhumami.
Mitra lain yang hadir adalah Direktur eksekutif Pijar Foundation Ferro Ferizka, dan Direktur Perkumpulan Warga muda Bilal Soekarno.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan IFN juga turut merumuskan kebijakan-kebijakan menuju Indonesia Emas 2045 melalui berbagai diskusi.
"Hasil dari setiap diskusi akan menjadi rekomendasi bagi pemerintah saat ini maupun pemerintahan yang akan datang," kata Moeldoko pada konferensi pers Kick off Indonesia Future Network (IFN).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa
- 10MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri







