Presiden Jokowi Tunjuk Muhammad Taufiq sebagai Plt Kepala LAN

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara, Lembaga Administrasi Negara (LAN), Muhammad Taufiq sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala LAN sampai dengan ditetapkannya pejabat definitif Kepala LAN.
Hal ini tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 7/TPA Tahun 2024 tentang Penunjukan Pelaksana Tugas Pejabat Pimpinan Tinggi Utama di Lingkungan Lembaga Administrasi Negara.
Petikan Keppres tersebut disampaikan secara langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Abdullah Azwar Anas.
Baca Juga: Kapan Malam Nisfu Sya'ban Tahun 2024? Ini Jadwalnya Menurut Kementerian Agama
Dalam kesempatan tersebut, Abdullah Azwar Anas menyampaikan harapan agar LAN mampu mempercepat transformasi dan pemikiran inovatif (out of the box) untuk menjalankan tugas dan fungsinya khususnya terkait dengan pengembangan kompetensi ASN sebagaimana telah dimandatkan oleh Presiden.
Untuk itu, LAN sebagai pembina pengembangan kompetensi ASN harus menciptakan pembelajaran yang inovatif guna memenuhi kebutuhan pengembangan kompetensi ASN.
“Terlebih pasca terbitnya UU No. 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, peran LAN menjadi sangat strategis untuk mengembangkan kompetensi ASN yang meliputi PNS dan PPPK. Oleh karenanya dibutuhkan pembelajaran pola baru yang lebih mengedepankan perkembangan teknologi serta mampu mengidentifikasi kebutuhan pegawai milenial. Ke depan, saya berharap, melalui pembelajaran yang inovatif, LAN mampu menciptakan ASN yang profesional dan berkelas dunia," tutup Menteri PANRB.
Berikut profil Muhammad Taufiq, yang ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Plt Kepala LAN, menggantikan Kepala LAN terdahulu Prof. Dr. Adi Suryanto, M.SI, CHRM yang wafat pada 15 Desember 2023.
Baca Juga: Liga Champions: Napoli Tahan Barcelona, Arsenal 'Kecolongan' di Menit Akhir Lawan Porto
Muhammad Taudia merupakan Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara LAN.
Sebelum menjabat dalam jabatan tersebut, Muhammad Taufiq menjabat sebagai Deputi Bidang Kajian Kebijakan LAN (2016-2018), Kepala Pusat Kajian Reformasi Administrasi LAN (2014-2016), Kepala Pusat Kajian Manajemen Pelayanan LAN (2013-2014), dan Pembantu Ketua I Bidang Akademik pada STIA LAN Jakarta (2007-2011).
Memiliki gelar Doktor Ilmu Politik dari Institut d’Etudes Politiques de Bordeaux, Perancis, tahun 2005 dan Master Ilmu Politik dari Universitas yang sama dengan gelar doktornya di Institut d’Etudes Politiques de Bordeaux, Perancis, tahun 1998 dan memperoleh gelar sarjana Hubungan Internasional tahun 1992 dari Universitas Negeri Jember.
Muhammad Taufiq juga mempunyai pengalaman pekerjaan dalam berbagai bidang dan lembaga. Sejak 2009 hingga 2012, pernah menjabat sebagai penasihat untuk Ministry of State Administration and Territorial Management Timor Leste dalam mempersiapkan kebijakan Reformasi Sektor Publik.
Baca Juga: Jokowi Resmikan Sistem Pengolahan Air Limbah di Losari, Tekan Pencemaran Lingkungan
Selain itu, pernah menjadi team leader untuk berbagai program dari GIZ, AusAid untuk pengembangan kapasitas untuk aparatur di bagian timur Indonesia dan pemerintah daerah Indonesia dalam bidang pengembangan ekonomi lokal, organisasi dan pengembangan serta manajemen sumber daya manusia, akuntabilitas dan manajemen kinerja.
Muhammad Taufiq juga aktif menjadi narasumber dalam banyak seminar, lokakarya, dan pelatihan di bidang reformasi birokrasi serta manajemen perubahan dan kapasitas kepemimpinan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








