Akurat

Asing Bermanuver Jegal Gerakan Boikot Produk Pro Israel, Capres-Cawapres Wajib Punya Sikap!

Herry Supriyatna | 5 Februari 2024, 08:20 WIB
Asing Bermanuver Jegal Gerakan Boikot Produk Pro Israel, Capres-Cawapres Wajib Punya Sikap!

AKURAT.CO Pasangan calon presiden dan wakil presiden perlu menyikapi manuver sejumlah pihak yang ditengarai aktif menjegal gerakan boikot Israel lepas terbitnya fatwa Majelis Ulama Indonesia, menurut organisasi promosi produk nasional dan perlindungan konsumen Muslim.

"Tak cukup Capres-Cawapres sekadar bicara ikutmendukung perjuangan Palestina," kata Direktur Eksekutif Yayasan Konsumen Muslim Indonesia, Ahmad Himawan, usia sebuah dialog publik bertema 'Komitmen Capres-Cawapres terhadap Aksi Boikot Produk Terafiliasi Israel' di Jakarta, pekan lalu.

"Bagi konsumen muslim, yang jumlahnya signifikan dalam pemilu nanti, mereka menunggu sikap yang lebih tegas, termasuk soal boikot produk terafiliasi Israel dan manuver mengkhawatirkan sejumlah pihak yang ditengarai ingin memadamkan gerakan boikot tersebut."

Baca Juga: Cara Mengatasi Anak yang Memiliki Keterlambatan Perkembangan dalam Menerima Pelajaran

Dalam sesi dialog yang dihadiri oleh perwakilan tim pemenangan tiga kontenstan, Ahmad menyebut sejumlah perusahaan yang produknya jadi sasaran boikot terlihat aktif dalam berbagai kegiatan penggalangan donasi maupun pengiriman bantuan ke Gaza.

Selain itu, ada pula perusahaan yang membanjiri publik dengan informasi menyesatkan sekadar untuk menutup jejak keterkaitan dengan induknya di luar negeri yang punya hubungan erat dengan rezim Zionist Israel.

"Kami menyebutnya 'Palestina Washing', muslihat untuk memunculkan kesan peduli Palestina," katanya tanpa memberi rincian.    

Menurut Ahmad, setiap kontestan Pemilu Presiden seharusnya lebih peka terhadap aspirasi konsumen Muslim.

Baca Juga: Doa Raffi Ahmad untuk Ria Ricis yang Sedang Dilanda Urusan Rumah Tangga

"Jangan sampai masyarakat jadi bodoh karena iklan dan pamer donasi perusahaan tertentu ke Palestina padahal sejatinya perusahaan dikendalikan penuh oleh perusahaan multinasional asing yang terafiliasi dengan Israel," katanya.

Desakan juga datang dari Ketua Gerakan Kebangkitan Produk Nasional (Gerbang Pronas), Fuad Adnan.

Menurutnya, publik juga menanti komitmen pasangan Capres-Cawapres dalam soal boikot produk terafiliasi Israel. Selain sebagai sebagai bentuk solidaritas, boikot bisa membuka jalan pertumbuhan produk nasional.

"Ini momentum emas. Sebagian besar produk-produk lokal yang sekarang naik daun hadir menggantikan produk terafiliasi Israel yang diboikot masyarakat," kata Fuad. "Dukungan Capres-Cawapres tentunya memperbesar peluang ekonomi lebih mandiri, tidak bergantung produkasing."

Respons Tim Sukses

Tampil sebagai pembicara dalam dialog, politisi senior Partai Demokrat, Marzuki Alie, memuji kontribusi calon presiden sekaligus Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, di balik kesigapan pemerintah menyalurkan bantuan ke Gaza.

Kendati, Marzuki, menggambarkan gerakan boikot atas produk terafiliasi Israel tidak semudah membalikkan tangan.

"Boikot bisa banyak implikasi ekonominya, apalagi ekonomi Indonesia belum sekuat China," katanya.

Sementara itu, perwakilan tim pemenangan pasangan Ganjar-Mahfud, Suroto, menyatakan komitmen pasangan dari koalisi PDI Perjuangan tersebut pada isu Palestina tak perlu diragukan.

Ganjar, dia bilang, termasuk yang awal dan vokal menentang kehadiran tim Israel di Piala Dunia U-20.

"Ganjar banyak diserang karena ketegasannya itu," katanya merujuk pada insiden batalnya penyelenggaran pertandingan di Indonesia.

Baca Juga: Bagaimana Cara Memotivasi Anak yang Tidak Mau Belajar? Tips dan Trik dari Para Ahli

Penegasan senada datang dari Zulkifli, perwakilan organisasi relawan Muda Bersuara. Menurut Zulkifli, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar berkomitmen mendukung perjuangan Palestina hingga merdeka dari penjajahan Israel.

Anies, lanjutnya, adalah satu-satunya calon presiden yang hadir saat demonstrasi akbar Bela Palestina di Monas beberapa waktu lalu. "Jadi dalam soal boikot Israel, sikap AMIN sudah jelas," katanya.

Lebih jauh, Fuad Adnan dari Gerbang Pronas menyebut gerakan boikot produk Israel bisa lebih menggema bila dibarengi dengan kampanye media dan advokasi.

"Kami berencana menerbitkan daftar produk terafiliasi Israel agar jadi panduan pada masyarakat umum," katanya.

Baca Juga: Apa Peran Platform Merdeka Mengajar dalam Implementasi Kurikulum Merdeka?

Ahmad Himawan sependapat. Menurutnya, boikot brand asing pro Israel adalah "selemah-lemahnya perjuangan umat Muslim di Indonesia."

Boikot produk Israel dan semua yang terafiliasi menggelora di berbagai penjuru dunia di tengah genosida Israel atas Gaza yang telah memasuki bulan keempat, dengan total korban tewas melampaui 27.000 orang di mana separuhnya adalah anak-anak.

Di Indonesia, momentum baru muncul lepas MUI menerbitkan fatwa dan rekomendasi agar umat Islam "semaksimal mungkin menghindari transaksi dan penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel serta yang mendukung penjajahan dan zionisme".

Boikot terbukti efektif memukul pada perputaran roda bisnis brand raksasa yang diketahui punya keterkaitan dengan Israel. Efek serupa terlihat pada kelesuan tentakel bisnis dan unit-unit operasi brand multinasional tersebut di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.