Akurat

Demi Jaga Marwah NU, Gus Nadir Minta PBNU Umumkan Secara Resmi Tidak Mendukung Paslon Tertentu di Konbes dan Harlah NU

Lufaefi | 24 Januari 2024, 05:58 WIB
Demi Jaga Marwah NU, Gus Nadir Minta PBNU Umumkan Secara Resmi Tidak Mendukung Paslon Tertentu di Konbes dan Harlah NU

AKURAT.CO Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU) Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir menyampaikan usulan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk mengumumkan secara resmi bahwa pihaknya tidak mendukung pasangan calon tertentu.

Ia mengusulkan pengumuman itu disampaikan dalam gelaran Konferensi Besar (Konbes) NU dan peringatan Hari Lahir (Harlah) NU di Jogja pada 30-31 Januari 2024 mendatang. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk menjaga marwah NU.

"Saya menyampaikan secara terbuka usulan jalan keluar kepada PBNU lewat Gus Ipul mohon diumumkan secara resmi di acara Konbes (Konferensi Besar) dan Harlah NU di Jogja pada 30-31 Januari bahwa PBNU tidak berpihak ke Paslon 02 ataupun 01 dan 03," kata Gus Nadir dalam diskusi di salah satu Stasiun Televisi Swasta, Selasa (23/1/2024).

Baca Juga: Majukan UMKM dan Buka Lapangan Kerja, Relawan Emak-emak Gemoy Tegaskan Dukung Prabowo-Gibran

Mantan Ketua Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Australia-Selandia Baru ini meminta agar semua struktur pengurus NU tidak terlibat dukung-mendukung baik secara formal maupun non formal.

"(Saya) minta secara tegas seluruh struktur pengurus dari pusat sampai ke bawah untuk menjaga marwah NU dengan tidak terlibat dukung-mendukung baik secara formal maupun non formal. Yang sudah bergerak, harus dibatalkan. Jadikan ini perintah khusus Rais Am di dua acara resmi tersebut," tambah Gus Nadir.

Untuk membuktikan bahwa PBNU netral, ia juga meminta agar PBNU mengundang semua paslon dan timses untuk diberi taushiyah oleh Rais Am, KH Miftahul Akhyar.

"Dimohon agar PBNU mengundang semua paslon dan timses untuk diberi taushiyah oleh Rais Am tentang pentingnya menjaga Pilpres yg jurdil, aman dan damai, agar Indonesia selamat, dan untuk menjaga ajaran Aswaja di tanah air. Ini netralitas PBNU yang hakiki dan sebenarnya," katanya lagi.

Baca Juga: Heboh Pernyataan Gus Ipul PBNU, Netizen: Sengkuni Dunia Nyata Adalah Amien Rais dan Anies Baswedan

Ia juga menilai bahwa PBNU tidak bisa dinilai netral apabila menggerakkan struktur untuk memenangkan Paslon tertentu dalam kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

"Bukan dengan cara mengumpulkan dan menggerakkan struktur untuk memenangkan satu putaran paslon 02 seperti info meresahkan yg beredar belakangan ini," tegasnya lagi.

Menurutnya, kalau usulan dirinya diterima, maka PBNU akan terlihat memainkan peranannya sebagai perekat bangsa dan berdiri di atas semua kelompok yang ada, serta merangkul semua paslon dan timses untuk menjaga NKRI.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.