Akurat Logo

PDIP Pertanyakan Profesionalitas Agus Subiyanto, Calon Panglima TNI Pilihan Jokowi

Paskalis Rubedanto | 1 November 2023, 17:45 WIB
PDIP Pertanyakan Profesionalitas Agus Subiyanto, Calon Panglima TNI Pilihan Jokowi

AKURAT.CO PDIP mempertanyakan penunjukkan KSAD Jenderal Agus Subiyanto sebagai calon tunggal Panglima TNI. PDIP mempertanyakan apakah sosok yang dikenal sebagai orang dekat Jokowi mampu menggelorakan profesionalitas TNI.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mempertanyakan, apakah ada faktor lain di balik rencana penunjukkan Agus menjadi pengganti Laksamana Yudo Margono. Hasto menganggap, apa yang dipertanyakan menjadi bagian dari rasa keingintahuan publik.

“Meskipun kami tahu itu merupakan hak prerogatif dari presiden, tapi apakah betul-betul itu dalam rangka untuk menggelorakan profesionalitas TNI,” ujar Hasto, usai menghadiri pertemuan TPN Ganjar-Mahfud, di Gedung High End, MNC Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (1/11/2023). 

Baca Juga: Intip Harta Kekayaan Agus Subiyanto, KSAD Baru Kini Jadi Panglima TNI

Menurutnya, penting bagi Jokowi selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan untuk mendengar suara masyarakat. Khususnya dalam proses bernegara.

“Proses negara terkait dengan panglima TNI, ya itu kan akhirnya suara-suara masyarakat yang harus didengarkan, termasuk oleh pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga: Jokowi Resmi Ajukan KSAD Jenderal Agus Subiyanto Jadi Calon Panglima TNI

Jenderal Agus Subiyanto yang sebelumnya menjabat Wakasad kini menjadi KSAD menggantikan Jenderal Dudung Abdurachman. Agus sebelumnya menjabat Komandan Distrik Militer 0735/Surakarta, ketika Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Selama menjabat presiden, Jokowi memberi perhatian khusus kepada Agus dengan menempatkannya menjadi Komandan Resor Militer 061 Suryakencana Bogor dan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden.

Baca Juga: Dave Laksono Sebut Agus Subiyanto Calon Tunggal Panglima TNI

Hasto menegaskan dirinya sepenuhnya mengerti bahwa pemilihan panglima TNI merupakan hak preogratif presiden, namun mendengarkan suara masyarakat juga tak kalah penting.

“Bahwa itu hak perogratif dari presiden, itu kami hormati sepenuhnya. Tetapi suara-suara yang disuarakan harus didengarkan, harus didengarkan,” tegas Hasto.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.