Akurat

Duh, Sejumlah Wilayah Indonesia Krisis Air Bersih

Sunarimo Darmaji | 9 Oktober 2023, 15:16 WIB
 Duh, Sejumlah Wilayah Indonesia Krisis Air Bersih

AKURAT.CO Kemarau yang berkepanjangan telah mengakibatkan krisis air bersih yang serius di sejumlah wilayah di Indonesia.

Mulai dari akhir bulan Mei hingga Oktober tahun ini, kekurangan hujan dan suhu yang tinggi telah menyebabkan penurunan signifikan dalam pasokan air bersih.

Krisis air bersih juga memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat dan mengancam keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga: Warga Desa Ciawitali Pangandaran Nikmati Air Bersih Dari Nelayan Balad

Wilayah Krisis Air Bersih Terdampak Kemarau

Dikutip dari berbagai sumber, Senin (9/10/2023), berikut wilayah di Indonesia yang mengalami krisis air bersih:

1. Jakarta, Depok dan Bekasi

Sejak awal September warga Depok kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Sejumlah rumah menggunakan air tanah, dan untuk mendapatkan air bersih harus menyalakan air di jam-jam tertentu.

Selain itu air tanah yang dijadikan kebutuhan sehari-hari juga kotor, sedikit berwarna kuning, dan berbau tidak sedap.

2. Bojonegoro, Jawa Timur

Daerah ini menjadi salah satu yang terdampak musim kemarau, tepatnya di Desa Dayukidul, di mana warganya harus menempuh perjalanan ratusan meter dan melewati lereng sungai untuk mendapatkan air bersih demi keperluan mandi, mencucuci, dan kebutuhan air lainnya.

Baca Juga: Horeee... Berkat Prabowo Pulau Moa Punya Air Bersih

3. Banyuasin, Sumatra Selatan

Tepatnya di Desa Sukaraja, sumber air yang biasanya diandalkan adalah dari sumur, namun semenjak kemarau panjang terjadi, sumur tersebut dikatakan kering.

Untuk mendapatkan air bersih, warga Sukaraja harus masuk hutan sepanjang satu kilometer untuk memenuhi kebutuhan memasak dan mencuci.

Bukan hanya terdampak pada air bersih, warga Desa Sukaraja juga mengatakan sumber penghasilan mereka yakni penyadapan karet di mana getah karetnya semakin mengering sehingga mengurangi produksinya.

3. Banten

Warga Lebak, Provinsi Banten, menyatakan sumur bawah tanah mengalami kekeringan akibat kemarau.

Karena sumber air bersih tidak memenuhi kebutuhan, mereka menggunakan jasa ojek motor ke aliran sungai atau sumber mata air di kawasan hutan.

4. Sikka, Nusa Tenggara Timur

Akibat krisis air bersih, warga di Kabupaten Sikka mengonsumsi air dari batang pohon pisang sejak bulan Agustus karena simpanan air bersih sudah habis.

5. Majalengka, Jawa Barat

Pada 7 Oktober 2023, warga di Kabupaten Majalengka sekitar 14 ribu terdampak kekeringan, sehingga kekurangan air bersih dalam kebutuhan rumah tangganya.

Dalam menghadapi krisis ini, diperlukan upaya serius dari pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi dampaknya, termasuk upaya konservasi air, peningkatan infrastruktur dan solusi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan sumber air.

Krisis air bersih seperti ini juga menjadi pengingat penting tentang perlunya kesadaran akan perubahan iklim dan perlindungan lingkungan, serta pentingnya beradaptasi dengan perubahan yang semakin nyata dalam pola cuaca dan kemarau yang panjang. (Ami Fatimatuz Zahro)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
W
Editor
Wahyu SK