Akurat Logo

Hujan Hingga Karhutla Berpotensi Terjadi Di Sejumlah Wilayah

Mukodah | 3 Oktober 2023, 09:17 WIB
Hujan Hingga Karhutla Berpotensi Terjadi Di Sejumlah Wilayah

AKURAT.CO Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi hujan lebat, angin kencang, badai, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga polusi udara di sejumlah wilayah Indonesia pada hari ini (Selasa, 3/10/2023).

Laporan BMKG, wilayah yang harus mewaspadai terjadinya hujan lebat dengan kecepatan lebih dari 50 milimeter antara lain Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Selain hujan lebat, beberapa wilayah berpotensi diterjang angin kencang dengan kecepatan lebih dari 45 kilometer per jam seperti di Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Bacaan Doa Turun Hujan, Lengkap Dengan Latin Dan Arabnya

Sedangkan hujan disertai kilat dan petir atau badai diprakirakan terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara dan Papua Barat.

Adanya potensi hujan lebat hingga angin kencang bahkan badai bagi sejumlah daerah tersebut dipengaruhi oleh Siklon Tropis Koinu yang terpantau berada di timur Laut Filipina.

Siklon ini bergerak dengan kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan udara minimum 1.000 mb ke arah utara barat laut.

Baca Juga: Selain Bumi, Ini 5 Planet Yang Punya Fenomena Hujan

Meski terdapat potensi hujan lebat hingga badai, fenomena panas terik di Indonesia juga masih akan berlangsung sepanjang bulan Oktober, mengingat kondisi cuaca cerah yang cukup mendominasi pada siang hari.

Saat ini sebagian besar wilayah Indonesia terutama di selatan ekuator masih mengalami musim kemarau dan sebagian lainnya akan mulai memasuki periode peralihan musim pada Oktober-November, sehingga kondisi cuaca cerah akan cukup mendominasi pada siang hari.

"Secara umum, fenomena suhu panas terik tersebut terjadi karena dipicu oleh beberapa kondisi dinamika atmosfer," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto.

Baca Juga: BNPB Siagakan 31 Helikopter Antisipasi Karhutla

Masih adanya musim kemarau di beberapa daerah pada akhirnya memunculkan peluang terjadi karhutla, terutama di wilayah Jambi, Sumatra Selatan, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Fenomena panas terik hingga memunculkan potensi terjadinya karhutla juga membuat beberapa daerah diperkirakan mengalami polusi udara seperti di Jambi, Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK