5 Faktor Penghambat Skripsi Mahasiswa, Hindari Dari Sekarang!

AKURAT.CO Tidak ada yang baru dari fenomena ini, skripsi kerap menjadi sumber stres utama bagi mahasiswa tingkat akhir. Banyak yang merasa terbebani dan tertekan oleh tugas akhir ini, sehingga skripsi yang seharusnya dapat diselesaikan dalam satu semester berakhir menjadi tugas yang menghantui selama beberapa semester.
Maka, apa yang sebenarnya menjadi penyebab kesulitan para mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi mereka?
Beberapa penelitian yang dilakukan di Indonesia menemukan serangkaian faktor penghambat yang menjelaskan mengapa mahasiswa sering kali tidak dapat menyelesaikan studi mereka sesuai waktu. Ayo, mari kita bahas beberapa faktor tersebut!
Baca Juga: Apa Saja Yang Bisa Gantikan Skripsi Sebagai Syarat Kelulusan?
1. Minat baca rendah
Seperti yang diketahui, menyelesaikan skripsi membutuhkan referensi yang beragam sesuai dengan topik yang diteliti. Dengan begitu, membaca tentu menjadi sebuah keahlian yang harus dimiliki. Suka tidak suka, senang tidak senang, kamu harus memaksa diri untuk rajin membaca khususnya tentang penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitianmu.
Kalau minat bacamu rendah dan tidak ada keinginan untuk berusaha mencari jalan keluar, maka jangan heran kalau skripsimu gak akan selesai dengan tepat waktu. Cobalah temukan cara belajar yang sesuai dengan dirimu. Misalnya, membaca referensi dan berdiskusi dengan teman, menjauhkan distraksi saat fokus dengan laptop, dan sebagainya.
2. Lingkungan tidak kondusif
lingkungan yang tidak kondusif, entah rumah yang berantakan atau ramai, serta lingkungan yang tidak mendukung proses belajar.
Penelitian yang dilakukan oleh Anila Umriana (2019) menemukan bahwa sebesar 37,9 persen mahasiswa menganggap lingkungan atau teman yang tidak mendukung menjadi penghambat penyelesaian skripsi dan 34,5 persen menganggap faktor keluarga ikut serta menjadi penghambat penyelesaian skripsi.
Lingkungan yang dianggap menjadi hambatan berupa teman yang sering mengajak jalan, kost yang ramai dan ribut, ataupun teman yang malas mengerjakan skripsi. Jadi, peran teman semasa skripsi pun harus bisa diperhatikan, ya!
Adapun faktor keluarga yang dianggap menghambat ialah tekanan berlebihan dari orang tua maupun dukungan finansial yang tidak memadai.
3. Takut bertemu dosen pembimbing
sering menunda-nunda waktu untuk bertemu dan melakukan proses bimbingan. Padahal, gak ada yang perlu ditakuti kalau kamu memang sudah menyiapkan yang terbaik dari skripsimu. Kalaupun ada yang keliru, hal tersebut bisa kamu perbaiki dari masukan para dosen pembimbing.
Terkadang, ketakutan yang kita miliki adalah ketakutan tidak berdasar dan merugikan diri sendiri. Padahal, ketakutan-ketakutan itu seringkali tidak semenakutkan itu saat sudah dijalani. Jadi, ayo dilawan demi skripsi yang optimal!
4. Referensi yang kurang
Referensi yang kurang juga ternyata menjadi penghambat para mahasiswa tingkat akhir, lho! Banyak dari mereka yang merasa kesulitan dalam mencari referensi yang tepat atau relevan dengan penelitiannya. Akibatnya, waktu yang dimiliki habis untuk mencari referensi tersebut.
Jadi, bagi kamu yang akan menyusun skripsi, persiapkan sejak dini apa yang akan kamu teliti. Kalau bisa, mulailah mencari referensi yang kiranya relevan dengan minatmu. Kalau merasa sangat kesulitan, mungkin kamu butuh mengganti minat penelitianmu dengan yang lebih familiar. Dengan begitu, faktor ini bisa kamu cegah sejak dini!
5. Kehilangan motivasi
Hambatan psikologis, berupa kehilangan motivasi. Mereka merasa malas, sulit berkonsentrasi dan cenderung sering menunda-nunda mengerjakan skripsinya. Biasanya hal ini dilatarbelakangi karena tidak adanya target jelas yang ditentukan oleh para mahasiswa.
Akibatnya, mereka tidak memiliki patokan atau standar yang jelas tentang penyelesaian skripsinya sendiri. Merekapun tanpa sadar membuang-buang waktu yang begitu banyak karena terlalu santai dengan diri sendiri. Jadi, untuk mencegah hal ini terjadi, kamu harus mulai menetapkan target dengan rinci sebagai pemacu semangat dalam belajar.[] (Ridho Hatmanto)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






