Ganjar-Prabowo Sudah Satu Visi, Untuk Apa Berkompetisi?

AKURAT.CO Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto merupakan kandidat capres dengan visi yang sama. Selain satu tarikan napas dengan program pemerintahan Presiden Jokowi, kalau dibedah, gagasan kedua kandidat capres juga memiliki keselarasan.
Ganjar maupun Prabowo sama-sama mengusung pentingnya kedaulatan pangan, energi, maritim, industrialisasi, dan kemajuan Iptek. Semangat keduanya sesuai dengan aspirasi Relawan Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) yang telah disampaikan Ketum Iwan Dwi Laksono, di hadapan Presiden Jokowi pada rapimnas di Cirebon tahun 2023.
Ketum Jaman mengingatkan siapapun pemimpin Indonesia ke depan, harus mampu meneruskan visi yang dibangun Presiden Jokowi dalam 2 periode terakhir. Bukan mengakhirinya atau mengubahnya.
Kentalnya semangat Prabowo yang punya kesepahaman dengan Jokowi dapat dilihat dari penamaan Koalisi Indonesia Maju yang identik dengan periode kedua kabinet Jokowi. Hal ini menunjukkan kuatnya komitmen Prabowo melanjutkan cita-cita Jokowi.
Gabungan partai yang bekerja sama mengusung Ganjar Pranowo juga demikian. Tak memiliki narasi berbeda dengan Jokowi. Singkatnya, dari tiga poros menuju Pilpres 2024, hanya koalisi pendukung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang mendengungkan semangat perubahan bukan keberlanjutan.
Dengan demikian menjadi menarik apabila paslon Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto memilih jalan untuk saling mengisi dan melengkapi. Kalau mereka berdua sudah satu visi untuk apa berkompetisi?
Dua Poros
Dalam dua kali perhelatan pilpres Indonesia telah melalui pertarungan dua poros. Tidak ada salahnya kalau situasi serupa terulang pada Pilpres 2024.
Pertarungan dua paslon capres mengharuskan pilpres berjalan satu putaran. Negara bisa menghemat anggaran Rp22 triliun yang dialokasikan untuk kebutuhan lain karena kita masih belum pulih 100 persen dari dampak pandemi Covid-19 dan sedang dihadapkan revolusi digital dan krisis global.
Pagu anggaran itu tercatat hanya untuk pelaksanaan pemilu hingga pilpres putaran pertama. Pemilu 2024 untuk KPU Rp27,39 triliun dan Bawaslu Rp 11,6 triliun. Adapun kebutuhan anggaran pilpres putaran kedua untuk KPU dan Bawaslu, berdasarkan data KPU dan Bawaslu, mencapai Rp22 triliun dengan rincian KPU Rp17,34 triliun dan Bawaslu Rp4,65 triliun.
Keunggulan Ganjar di berbagai survei sudah mengindikasikan bahwa beliau yang diharapkan menjadi penerus Jokowi, energik, smart, suka blusukan dan dekat dengan rakyat. Prabowo sebagai negarawan, pasti legowo jika diduetkan menjadi cawapres untuk Ganjar demi kemajuan bangsa ini.
Masuknya Prabowo menjadi Menhan kabinet kedua Presiden Jokowi contoh kebesaran hati beliau. Tak perlu menjadi nomor satu untuk berkontribusi demi bangsa ini. Seluruh elemen bangsa memberi apresiasi jika ini terjadi.
Hadi Mustafa
Sekjend DPP Jaman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








