Akurat

Kisah Sunan Ampel Yang Tak Tembus Ditikam Keris

Eko Krisyanto | 12 September 2023, 15:25 WIB
Kisah Sunan Ampel Yang Tak Tembus Ditikam Keris

AKURAT.CO Sunan Ampel merupakan salah satu wali songo tertua yang awalnya menyebarkan ajaran Islam di Nusantara, khususnya Pulau Jawa.

Dalam misinya menyebarkan ajaran Islam, Sunan Ampel atau Raden Rahmat selalu memakai pendekatan merangkul. Sunan Ampel menggunakan pendekatan persuasif, yaitu pendekatan keluarga yang penuh empati.

Sebab saat sebelum menginjakkan kaki di tanah Jawa, Sunan Ampel sempat singgah di Palembang dan bertemu Adipati Arya Damar yang merupakan keturunan Raja Majapahit, Sri Maharaja Brawijaya. Saat itu Sunan Ampel menjumpai situasi sosial di mana masyarakat mayoritas memeluk agama Hindu, Budha dan Kapitayan.

Baca Juga: Sejarah Pergerakan Dakwah Wali Songo

Kendati telah melakukan pendekatan persuasif, ajaran Islam yang dibawa Sunan Ampel tidak serta merta diterima masyarakat. Bahkan tidak sedikit orang-orang Majapahit yang terang-terangan menentang hingga menyerang.

Kisah Sunan Ampel ditikam keris ini dikisahkan dalam Babad Tanah Jawi. Di sana dituturkan bagaimana seorang penguasa Madura bernama Lembu Peteng tidak menyukai Sunan Ampel. Ketidaksukaannya ini diperlihatkan dengan mengusir dua orang ulama utusan Sunan Ampel, yaitu Khalifah Usen dan Syekh Ishak.

Tak cukup dengan mengusir dua utusan Sunan Ampel, Lembu Peteng pun datang ke Ampeldenta dan menyamar sebagai santri. Penyamaran ini bertujuan untuk mencelakai Sunan Ampel.

Baca Juga: 4 Makam Wali Songo di Jawa Tengah yang Patut Anda Kunjungi

Rencana Lembu Peteng ini dilakukan pada waktu menjelang salat isya, di mana Lembu Peteng telah bersembunyi di tempat wudhu yang akan digunakan Sunan Ampel.

Sewaktu melihat Sunan Ampel datang, Lembu Peteng pun menghunuskan sebilah keris dan langsung melakukan tikaman ke tubuh Sunan Ampel. Namun ajaibnya, keris tersebut tidak mampu melukai Sunan Ampel.

Ketika menyaksikan keris tak mampu melukai Sunan Ampel, Lembu Peteng pun menyatakan takluk dan meminta ampun bahkan mau memeluk Islam setelah peristiwa itu.

Sunan Ampel kerap mendapat cemooh dari orang-orang Majapahit. Mulai dari gerakan salat yang dicemooh dan dipandang aneh, dicela ketika memilih daging kambing dibanding daging babi dan katak yang dinilai orang-orang Majapahit lebih nikmat dan gurih.

Namun Sunan Ampel tak memperlihatkan kegusaran. Ia hanya membalas dengan senyuman. (Adinda Shafa Afriasti) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.