Intip Sejarah Gedung BNI Yogyakarta, Pernah Jadi Kantor Radio Jepang

AKURAT.CO Gedung BNI 46 merupakan cagar budaya dengan nuansa kolonial yang terletak di jantung Kota Yogyakarta.
Dikutip dari berbagai sumber, Selasa (12/9/2023), bangunan ini didirikan tahun 1921-1922, dirancang oleh seorang arsitek Belanda yang lahir di Tulungagung bernama Ir. Frans Johan Louwrens Ghijsels.
Awalnya gedung ini merupakan kantor Nederlandsch-Indische Levensverzekeringen en Lijfrente Maatschappij (NILLMIJ), sebuah perusahaan asuransi jiwa milik Belanda.
Baca Juga: Alun-alun Kidul Yogyakarta, Destinasi Wisata Gratis Tawarkan Suasana Romantis
Gedung ini juga digunakan sebagai kantor Nederlandsch Handel Maatschappij (NHM), Escompto Maatschappij, dan kantor makelar Buyn & Co.
Kemudian, pada masa Jepang menguasai Yogyakarta, gedung ini diambil alih oleh tentara Dai Nippon untuk digunakan sebagai kantor radio Hoso Kyoku.
Namun, ketika Jepang akhirnya dikalahkan oleh sekutu, gedung ini berubah fungsi menjadi studio siaran radio Mataramsche Vereeniging Voor Radio Omroep (MAVRO), perintis RRI Nusantara II Yogyakarta.
Pada 11 September 1945, RRI pun resmi berdiri dan Gedung BNI 46 digunakan oleh RRI untuk siaran selama masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan pasca-proklamasi.
Maka dari itu, RRI Yogyakarta juga dikenal sebagai radio perjuangan karena saat itu RRI gencar melakukan siaran untuk menggelorakan semangat melawan sekutu.
Kota Yogyakarta sempat terkena serangan udara dari Royal Air Force (RAF) Inggris pada 25 dan 27 November 1945 untuk membungkam siaran Bung Tarjo di Gedung BNI 46.
Namun, serangan ini salah sasaran dan malah mengenai gedung Balai Marataran yang berada di sebelah utara Gedung BNI 46.
Alasan Dinamakan Gedung BNI 46
Pada 5 Juli 1946 dibangunlah BNI 1946 Yogyakarta atas prakarsa Margono Djojohadikusumo. Hal ini dilakukan demi kelancaran ekonomi dan keuangan masyarakat setempat.
Gedung RRI ini pun akhirnya dialihfungsikan menjadi Gedung BNI 46 Yogyakarta.
Gedung BNI 46 dibangun atas dasar Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1946 tentang pembentukan BNI.
Pada 17 Agustus 1946 Gedung BNI 46 diresmikan oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta dan sejak saat itu BNI 1946 mulai beroperasi dan berkembang ke seluruh dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







