Akurat Logo

5 Fakta Batu Bara, Bahan Bakar PLTU Yang Menyebabkan Polusi Udara

| 7 September 2023, 16:10 WIB
5 Fakta Batu Bara, Bahan Bakar PLTU Yang Menyebabkan Polusi Udara

AKURAT.CO Kualitas udara di Jakarta dan sejumlah kota lainnya sedang memburuk karena polusi yang terus meningkat.

Diduga salah satu sumber yang menyumbang polusi tersebut yakni batu bara yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Oleh sebab itu, batu bara yang digunakan sebagai bahan bakar PLTU sedang menjadi sorotan oleh masyarakat.

Emisi yang dihasilkan dari pembakaran batu bara menimbulkan berbagai macam polutan di udara.

Lalau, dari mana asal batu bara yang digunakan terebut? Simak sejumlah fakta batu bara di bawah ini untuk mengetahui lebih detail.

Baca Juga: 5 Sumber Polusi Udara Di Jakarta, Mulai Dari Emisi Hingga Musim Kemarau

Fakta Batu Bara

Dikutip dari berbagai sumber pada Kamis (7/9/2023), berikut beberapa faka mengenai batu bara yang digunakan PLTU sebagai bahan bakar:

1. Berasal dari fosil tumbuhan

Batu bara merupakan batuan sedimen yang berasal dari fosil-fosil tumbuhan purba. Batu bara terbentuk dari tumbuhan yang sudah tertimbun di dalam rawa-rawa atau bagian bawah suatu danau.

Kemudian materi tumbuhan berupa gambut lembap dan rendah karbon berubah menjadi batu bara atau batuan sedimen berwarna hitam yang padat energi serta karbon seiring berjalannya waktu.

2. Membutuhkan waktu yang lama agar menjadi sempurna

Batu bara membutuhkan waktu yang lama hingga berjuta-juta tahun untuk terbentuk secara sempurna.

Hal itu disebabkan karena batuan sedimen tersebut berasal dari fosil tumbuhan yang tertimbun sejak jaman purba.

Selama proses pembentukan, batu bara menyerap energi matahari yang disimpan oleh tumbuhan ketika masih hidup.

3. Terbagi menjadi empat jenis

Batu bara diklasifikasikan menjadi empat jenis berdasarkan peringkat atau kualitasnya, yaitu antrasit, bituminous, subbituminous, dan lignit.

Peringkat batu bara sendiri tergantung jenis dan jumlah karbon yang dikandung serta energi panas yang dihasilkan.

Di PLTU batu bara antrasit, bituminous, subbituminous, atau lignit dibakar untuk mengubah air menjadi uap bertekanan tinggi. Kemudian uap tersebut akan menggerakkan turbin penghasil energi listrik.

4. Termasuk energi yang tak terbarukan

Batu bara termasuk ke dalam energi yang tak terbarukan karena terbentuk dari proses yang memakan jutaan tahun. Tidak ada teknologi yang bisa menciptakan batu bara secara instan atau dalam waktu singkat.

5. Menghasilkan berbagai macam polutan

Pembakaran batu bara untuk menghasilkan energi listrik di PLTU menghasilkan berbagai macam polutan seperti oksida nitrogen, sulfur, karbon dioksida, dan metana.

Zat berbahaya tersebut kontribusi besar terhadap pemanasan global dan perubahan iklim.

Oleh karena itu, batu bara menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar penyebab polusi udara di Jakarta dan kota-kota lainnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Editor
Wahyu SK