5 Fakta Batu Bara, Bahan Bakar PLTU Yang Menyebabkan Polusi Udara

AKURAT.CO Kualitas udara di Jakarta dan sejumlah kota lainnya sedang memburuk karena polusi yang terus meningkat.
Diduga salah satu sumber yang menyumbang polusi tersebut yakni batu bara yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Oleh sebab itu, batu bara yang digunakan sebagai bahan bakar PLTU sedang menjadi sorotan oleh masyarakat.
Emisi yang dihasilkan dari pembakaran batu bara menimbulkan berbagai macam polutan di udara.
Lalau, dari mana asal batu bara yang digunakan terebut? Simak sejumlah fakta batu bara di bawah ini untuk mengetahui lebih detail.
Baca Juga: 5 Sumber Polusi Udara Di Jakarta, Mulai Dari Emisi Hingga Musim Kemarau
Fakta Batu Bara
Dikutip dari berbagai sumber pada Kamis (7/9/2023), berikut beberapa faka mengenai batu bara yang digunakan PLTU sebagai bahan bakar:
1. Berasal dari fosil tumbuhan
Batu bara merupakan batuan sedimen yang berasal dari fosil-fosil tumbuhan purba. Batu bara terbentuk dari tumbuhan yang sudah tertimbun di dalam rawa-rawa atau bagian bawah suatu danau.
Kemudian materi tumbuhan berupa gambut lembap dan rendah karbon berubah menjadi batu bara atau batuan sedimen berwarna hitam yang padat energi serta karbon seiring berjalannya waktu.
2. Membutuhkan waktu yang lama agar menjadi sempurna
Batu bara membutuhkan waktu yang lama hingga berjuta-juta tahun untuk terbentuk secara sempurna.
Hal itu disebabkan karena batuan sedimen tersebut berasal dari fosil tumbuhan yang tertimbun sejak jaman purba.
Selama proses pembentukan, batu bara menyerap energi matahari yang disimpan oleh tumbuhan ketika masih hidup.
3. Terbagi menjadi empat jenis
Batu bara diklasifikasikan menjadi empat jenis berdasarkan peringkat atau kualitasnya, yaitu antrasit, bituminous, subbituminous, dan lignit.
Peringkat batu bara sendiri tergantung jenis dan jumlah karbon yang dikandung serta energi panas yang dihasilkan.
Di PLTU batu bara antrasit, bituminous, subbituminous, atau lignit dibakar untuk mengubah air menjadi uap bertekanan tinggi. Kemudian uap tersebut akan menggerakkan turbin penghasil energi listrik.
4. Termasuk energi yang tak terbarukan
Batu bara termasuk ke dalam energi yang tak terbarukan karena terbentuk dari proses yang memakan jutaan tahun. Tidak ada teknologi yang bisa menciptakan batu bara secara instan atau dalam waktu singkat.
5. Menghasilkan berbagai macam polutan
Pembakaran batu bara untuk menghasilkan energi listrik di PLTU menghasilkan berbagai macam polutan seperti oksida nitrogen, sulfur, karbon dioksida, dan metana.
Zat berbahaya tersebut kontribusi besar terhadap pemanasan global dan perubahan iklim.
Oleh karena itu, batu bara menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar penyebab polusi udara di Jakarta dan kota-kota lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







