Akurat Logo

Kisah Inspiratif Yang Chil Sung, Pahlawan Garut Asal Korea

Eko Krisyanto | 5 September 2023, 19:44 WIB
Kisah Inspiratif Yang Chil Sung, Pahlawan Garut Asal Korea

AKURAT.CO Indonesia telah mengalami masa penjajahan selama bertahun-tahun yang dilakukan oleh berbagai negara yang sangat menginginkan kekuasaan. Banyak pahlawan serta rakyat yang gugur dalam berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Namun, pernahkan terpikirkan dalam benak anda jika ada pahlawan nasional yang berasal dari Korea? Ya, ternyata di Indonesia ada pahlawan yang berasal dari Korea yaitu bernama Yang Chil Sung atau lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan panggilan Komarudin. Ia merupakan pahlawan Garut yang dianggap sebagai sosok luar biasa dalam memperjuangkan bangsa Indonesia. Lalu, mengapa ia bisa menjadi pahlawan Indonesia?

Awal Kisah Yang Chil Sung

Kisah ini bermula pada November 1975 di Taman Makam Pahlawan Garut, saat itu ada upacara pemindahan makam tiga orang Jepang yang bernama Aoki, Hasegawa dan Yanagawa Shichisei. Mereka merupakan bekas tentara Jepang yang menggabungkan diri kepada Pasukan Pangeran Papak di bawah pimpinan S.M. Kosasi pada tahun 1946.

Seorang Profesor Emeritus Universitas Wanita Keisen, Aiko Utsumi, yang menjadi saksi dari kejadian tersebut menemukan adanya kejanggalan. Hal ini karena keluarga dari sosok yang disebut Yanagawa Shichisei tidak hadir dalam acara pemindahan makam.

Setelah ditelusuri, ternyata diketahui bahwa ia adalah orang Korea yang namanya diganti menjadi orang Jepang yaitu Yang Chil Sung. Lalu, mengapa ada pemuda Korea yang rela merantau jauh dan menjadi sosok pahlawan Indonesia?

Sejarah Singkat Yang Chil Sung

Pada 7 Desember 1941, Jepang memulai Perang Pasifik dengan melakukan serangan Pearl Harbour dan berhasil menguasai Asia Tenggara dengan mudah dan cepat. Lalu, sekitar 300.000 orang tahanan perang dari negara sekutu yang ditangkap oleh pasukan Jepang. Saat itu, sebanyak 3.000 pemuda Korea yang tidak mengetahui apapun ditunjuk sebagai penjaga tahanan dan dipaksa masuk ke dalam medan perang.

Tahun 1942, banyak kapal yang berasal dari Busan ke Saigon hingga Singapura dan tercatat ada 1.408 pemuda Korea yang diturunkan di Pulau Jawa, Indonesia. Wilayah tersebut berada di bawah yurisdiksi Komando-16 militer Jepang, Yang Chil Sung pun ditempatkan di penampungan tahanan yang berada di Cimahi. Lalu, kehidupan seperti apa yang dijalani Yang Chil Sung?

Kehidupan Yang Chil Sung

Pasukan sekutu yang tiba di Pulau Jawa adalah pasukan Belanda. Semua pengawas tahanan yang ditangkap dilabeli sebagai penjahat perang. Terdapat lebih dari 83.000 tahanan perang sekutu yang ditawan di Pulau Jawa.

Para tahanan sekutu dan tahanan perang diperlakukan dengan amat kejam oleh militer Jepang. Bahkan makanan dan obat-obatan untuk bertahan hidup tak disediakan dengan lengkap. Pada saat itu, Yang Chil Sung dilabeli dengan nomor 184 tahanan Jeonju Nosong nomor 414. Akan tetapi tanggal 10 Februari 1946, ia dinyatakan kabur dari tahanan.

Yang Chil Sung memiliki peran aktif untuk menghalangi jalur Belanda di Cimanuk. Ia akan menyerang kereta barang yang mengangkut amunisi, kemudian membentuk pasukan khusus untuk merebut senjata dan bahan makanan para penjajah.

Kemampuan Yang Chil Sung dalam berbahasa terbilang cukup baik pada bahasa Jepang maupun bahasa Inggris. Tidak seperti pengawas tahanan yang lain, ia juga memiliki keahlian dalam membuat rakitan bom yang mana saat itu sangat dibutuhkan oleh rakyat Indonesia.

Masyarakat Indonesia sulit menyebutkan nama orang Korea dan Jepang, kemudian ia pun diberi nama Komarudin yang artinya cahaya. Hal ini karena ia memberikan banyak pengaruh saat bertarung melawan penjajahan Belanda.

Selain itu, ia mengajarkan cara merakit bom, cara menggunakan senapan, cara meledakan bom dan lain-lain. Melalui namanya itu, ia memiliki banyak kontribusi dalam kemerdekaan Indonesia.

Makna Kemerdekaan Indonesia Bagi Yang Chil Sung

Yang Chil Sung adalah sosok yang luar biasa dalam membebaskan orang Indonesia dari penderitaan, serta ikut berjuang untuk Indonesia. Baginya, kemerdekaan bukan hanya hak satu negara tetapi setiap negara dan manusia berhak mendapatkan kemerdekaan.

Arti kemerdekaan mengandung tujuan mulia dan itu adalah impian dari semua orang. Selain itu, diketahui pula bahwa Yang chil sung memiliki keluarga di Indonesia yang harus dilindungi. Kemerdekaan Indonesia sama saja membebaskan keluarganya agar tidak menderita seperti dirinya.

Saat-saat Terakhir Yang Chil Sung 

Pada November 1948, sehari sebelum serangan penjajahan Belanda menjadi titik terakhir Yang Chil Sung yang terletak di pedalaman Gunung Galunggung, Garut, Bandung. Pasukan belanda mengejarnya dan gerilyawannya dengan cara yang kejam. Keesokan harinya dalam kegelapan fajar, pasukan Belanda berhasil mengepung markas Yang Chil Sung.  

Dalam pertempuran itu, Shiroyama, yang merupakan sahabat Yang Chil Sung mati terbunuh. Sehingga ia harus terus berjuang sendirian hingga akhirnya ditangkap oleh pasukan Belanda dan dieksekusi pada 10 Agustus 1949.

Ketika Yang Chil Sung akan dibawa ke ruang eksekusi, jalanan dipenuhi oleh orang Indonesia dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya untuk mengiringinya. Ia menjadi legenda dalam sejarah kemerdekaan Indonesia karena pada detik-detik terakhirnya dengan lantang ia menyerukan kata Merdeka. 

Kemudian, Yang Chil Sung dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Garut setelah 26 tahun tepatnya pada 1975.

Perjuangan Menyandang Nama Yang Chil Sung

Ketika Yang Chil Sung ditetapkan sebagai pahlawan kemerdekaan, Pemerintah Jepang tidak mengungkapkan bahwa sebenarnya ia adalah orang Korea. Ia tetap dianggap sebagai tentara Jepang yang bernama Yanagawa Shichisei. Saat itu, Aiko Utsumi mulai mengungkapkan kebenaran yang terjadi pada Pemerintahan Jepang.

Setelah penyelidikan terus menerus di korea dan jepang akhirnya terungkap bahwa Yanagawa Shichisei adalah Yang Chil Sung yang merupakan orang Korea. Kemudian Komarudin yang dikenal sebagai pahlawan kemerdekaan Indonesia harus menunggu selama 46 tahun hingga bisa menyandang nama asli Yang Chil Sung.

Demikianlah sejarah singkat dari pahlawan Indonesia asal Korea Yang Chil Sung yang sangat menginspirasi semangat para pemuda Indonesia. Kisah tersebut juga digadang-gadang akan dijadikan film yang diperankan oleh aktor Korea Selatan, Kim Bum, bersama aktris Indonesia Maudy Ayunda.

Melalui perjuangan Yang Chil Sung, pahlawan dari latar belakang yang beragam dapat berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan suatu negara, mengingat bahwa semangat perjuangan tidak mengenal batasan etnis atau nasionalitas. (Tasya Nurhaliza Putri)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK