Pengusutan Kasus Paspampres Bunuh Warga Sipil Diapresiasi DPR

AKURAT.CO Pengusutan kasus anggota Paspampres, Praka Riswandi Manik (RM) membunuh warga sipil, Imam Masykur, diapresiasi DPR. Panglima TNI dianggap telah bergerak cepat mengungkap kasus yang mengundang keprihatinan kita terhadap tentara.
Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil menilai Panglima TNI Yudo Margono telah bertindak tegas bahkan mendorong vonis maksimal, terhadap Praka RM dan dua rekannya dari Direktorat Topografi TNI AD dan Satuan Kodam Iskandar Muda.
"Kita sampaikan apresiasi terhadap Panglima TNI laksamana Yudo Margono yang cepat merespon kasus penculikan dan penganiayaan yang berujung tewasnya Imam Masykur oleh oknum TNI yang saat bertugas di Paspampres," kata Nasir, kepada Akurat.co, di Jakarta, Rabu (30/8/2023).
Baca Juga: Adili Anggota Paspampres Pembunuh Warga Sipil Di Peradilan Umum
Praka RM bersama dua rekannya sedang menjalani masa penahanan di Pomdam Jaya, karena menculik dan membunuh Imam Masykur, warga asal Bireun, Aceh, di daerah Rempoa, Tangsel, pada Sabtu (12/8/2023). Ketiganya berpura-pura menyamar sebagai polisi, yang sedang menindak peredaran obat ilegal.
Selain Imam, ketiga anggota TNI juga menolak seorang rekan korban, namun dilepas di Tol Cikeas, yang sudah diperiksa Pomdam Jaya sebagai salah satu saksi. Adapun motif ketiga anggota menculik hingga harus menghilangkan nyawa korban, didasari pemerasan.
Menurut Djamil, TNI telah merespons kasus ini secara baik. Kesigapan Panglima Yudo membuktikan TNI berpihak kepada rakyat, dengan menindak anggota yang melakukan pelanggaran berat.
Baca Juga: Panglima TNI Kawal Kasus Anggota Paspampres Aniaya Warga
"Respons cepat Panglima TNI adalah bentuk bahwa TNI adalah bagian dari rakyat. TNI tidak boleh melukai rakyatnya, apalagi menculik dan membunuhnya," ucapnya.
Evaluasi
Anggota Komisi III DPR lainnya, Santoso, meminta TNI melakukan evaluasi terhadap anggota yang berdinas sebagai Paspampres. Dirinya menganggap Paspampres kecolongan karena salah satu anggotanya, melakukan perbuatan yang keji dan tidak terpuji.
"Menurut saya, Paspampres dalam hal ini kecolongan, karena untuk menjadi anggota Paspampres banyak seleksi yang begitu ketat, begitu pula tentang seleksi psikologi, untuk itu harapannya kedepan tidak lagi terjadi seperti ini," katanya.
Baca Juga: Polisi Bongkar Jaringan Senjata Ilegal Catut Kemenhan Dan TNI AD
Politisi Partai Demokrat mengingatkan Paspampres memiliki tugas besar dan mulia. Personelnya memiliki predikat istimewa lantaran mendapatkan keistimewaan melakukan tugas-tugas yang mulia.
"Seleksi yang dilakukan oleh institusi Paspampres menurut saya perlu dievaluasi agar anggota Paspampres tidak bertindak abuse of power, menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi," ucapnya.
Dirinya mendorong agar seluruh pelaku yang terlibat atas tewasnya Imam, diganjar hukuman yang setimpal.
"Siapapun pelakunya harus dihukum dengan aturan yang berlaku, apalagi menyebabkan orang meninggal. Mungkin bisa saja kalau itu direncanakan dan hakim menilainya ada kemungkinan menjadi hukuman mati," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







