Akurat

PBNU Apresiasi Pembangunan Jalan Tol Lintas Sumatera

| 20 April 2022, 12:00 WIB
PBNU Apresiasi Pembangunan Jalan Tol Lintas Sumatera

AKURAT.CO Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang membidangi perekonomian Arif Rahmansyah Marbun mengapresiasi pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera di era Presiden Joko Widodo yang mencapai 1.900 kilometer. 

"Ngebutnya pembangunan jalan tol di era Presiden Jokowi ini menunjukkan komitmen dan keseriusan Pemerintah untuk pemerataan pembangunan. Jalan tol tak hanya dibangun di Jawa, tapi juga Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi," kata Arif dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (20/4/2022). 

Menurut dia, pembangunan berbagai ruas jalan tol itu merupakan capaian luar biasa Pemerintah karena dikerjakan dalam kurun waktu tujuh tahun. 

Di Sumatera, lanjutnya, pembangunan jalan tol semakin menunjukkan perkembangan positif, termasuk Jalan Tol Binjai-Langsa segmen Binjai-Stabat, yang diresmikan Presiden Jokowi pada 4 Februari lalu. Jalan tol segmen itu diperkirakan mampu menekan biaya logistik hingga 75 persen. 

"Itu artinya, dari sisi ekonomi, komoditas andalan kawasan Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo (Mebidangro) di bidang pertanian, perkebunan hingga perikanan bisa semakin bersaing harganya dengan produk impor," katanya. 

Jalan Tol Binjai-Stabat sepanjang 11,8 km tersebut, lanjutnya, dari sisi kualitas juga sudah teruji. 

Hal itu dapat dilihat dari anugerah penghargaan kecelakaan dengan angka nihil atas proses konstruksi Tol Binjai-Stabat oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Utara kepada PT HK Infrastruktur (HKI), anak usaha PT Hutama Karya (Persero). 

Selain itu, tambahnya, riset tim ekonomi PT SMI menyebutkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera memberikan dampak multiplier terhadap output dalam perekonomian setempat, yakni sebanyak 1,7 kali dari total pengeluaran pada masa konstruksi. 

Dampak output per tahun tersebut setara dengan 2,2 persen produk domestik regional bruto (PDRB) di Pulau Sumatera. 

"Secara langsung, tentu ini merupakan dampak dari pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera karena adanya penyerapan tenaga kerja setara 2,4 persen tenaga kerja di Pulau Sumatera," jelasnya. 

Riset tersebut juga menunjukkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera mampu menjadi stimulus perekonomian Indonesia dan memberikan dampak positif berupa penciptaan nilai tambah, pendapatan masyarakat, dan kesempatan kerja di sektor konstruksi dengan pertumbuhan sebesar 54 persen. 

Selain itu juga potensi di sektor industri pengolahan sebesar 22 persen, pertambangan sebesar 8 persen, dan perdagangan sebesar 6 persen. 

Menurutnya, sejak awal menjabat sebagai Presiden di periode pertama, Jokowi telah menetapkan konektivitas antarwilayah sebagai prioritas utama pembangunan. 

Jalan Tol Trans Sumatera menjadi salah satu proyek ambisius yang diprediksi menjadi salah satu pemicu pemerataan ekonomi di pulau Sumatera. Selain itu, Jokowi juga menargetkan episentrum wisata lokal baru seiring dengan pembangunan infrastruktur jalan tol di berbagai kawasan, katanya. 

"Seperti wilayah Segitiga Emas Sumatera, yakni Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Karo, atau dikenal dengan sebutan Mebidangro. Kawasan Metropolitan Medan atau Medan Raya ini telah ditahbiskan sebagai urat nadi perekonomian Indonesia bagian barat lewat peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2011," ujarnya. []

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.