Akurat Logo

5 Fakta Menarik Sesar Lembang, Patahan Sepanjang 29 Kilometer hingga Heboh Hoaks Gempa

| 26 Januari 2021, 16:18 WIB
5 Fakta Menarik Sesar Lembang, Patahan Sepanjang 29 Kilometer hingga Heboh Hoaks Gempa

AKURAT.CO, Dalam beberapa hari terakhir, warga Bandung dihebohkan dengan kabar terkait pelepasan energi dari Sesar Lembang yang nantinya akan memberikan dampak gempa di daerah Bandung dan sekitarnya. Namun, melalui lama resminya, BMKG Bandung menyatakan bahwa kabar ini tidak benar.

Sesar Lembang adalah salah satu sesar yang memang dalam dekade terakhir mengalami peningkatan aktivitas. Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan berbagai fakta penting terkait Sesar Lembang.

1. Patahan geser aktif sepanjang 29 km

Sesar Lembang adalah patahan lempeng bumi aktif yang terletak di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Patahan lempeng bumi aktif yang memiliki nama lain Patahan Lembang ini memilki bentuk memanjang dari Padalarang hingga Jatinangor dengan panjang mencapai 29 kiomter. Selain itu, sesar ini juga mengalami pertemuan dengan Sesar Cimandiri di Padalarang.

2. Berbagai hipotesis kemunculannya

Setidaknya ada tiga hipotesis yang dikemukakan sebagai awal kemunculan Sesar Lembang ini. Dua hipotesis merujuk kepada akibat letusan magma yang mencuat ke permukaan bumi. Salah satu hipotesis menyebutkan aliran magma tersebut berasal dari letusan gunung Tangkuban Perahu.

Sedangkan hipotesis yang lain menyebutkan bahwa sesar tersebut terbentuk hampir bersamaan dengan terbentuknya Danau Bandung Purba yang disebabkan oleh letusan Gunung Sunda.

3. Potensi capai magnitudo 7

Laju pergeseran Sesar Lembang berada di angka 3,0 hingga 5,0 milimeter per tahun. Laju ini bertambah dari prediksi tahun 2011 yang berada pada angka 2,0-4,0 mm/tahun. Dengan kecepatan gelombang primer mencapai 5 kilometer per detik, dan panjang hingga 29 kilometer, potensi kekuatan gempa Sesar Lembang berada di magnitudo 6,4 hingga 7.

4. Kerusakan di wilayah Bandung

Pada Agustus 2011 silam, Sesar Lembang sempat mengguncang wilayah di sekitar Kecamatan Cisarua. Gelombang pertama terjadi dalam 30 detik. Sedangkan selama beberapa hari berikutnya, gelombang kecil terus bermunculan. Akibatnya, 291 rumah rusak akibat gempa tersebut. Bahkan, ada juga retakan di tanah yang memiliki panjang mencapai 1 kilometer.

5. Kabar hoaks terkait Sesar Lembang

Menanggapi kabar terkait Sesar Lembang yang akan melepaskan energi pada awal tahun 2021 ini, BMKG Bandung memberikan pernyataan bahwa kabar tersebut hoaks. Pasalnya, hingga saat ini, gempa belum bisa diprediksi. Selain itu, kondisi Sesar Lembang dari 2017 hingga Januari 2021 ini, dinyatakan stabil bahkan belum ada aktivitas kegempaan. Sedangkan gempa bumi yang disebabkan oleh patahan Lembang ini terakhir kali terjadi pada tahun 1600 silam.

Selain dianggap menyimpan potensi gempa yang cukup besar, Sesar Lembang juga hingga kini masih menjadi salah satu destinasi favorit bagi para wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Bandung. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.