Akurat Logo

Tata Cara Salat Istisqa, Salat Meminta Hujan Lengkap dengan Doanya

Arrayyan Nurrochim | 17 September 2019, 17:59 WIB
Tata Cara Salat Istisqa, Salat Meminta Hujan Lengkap dengan Doanya

AKURAT.CO, Musim kemarau yang terjadi di tahun 2019 ini nyatanya memberikan dampak lingkungan di beberapa aspek. Mulai dari kekeringan, sampai kebakaran yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

Atas kejadian inilah yang membuat banyak tokoh Indonesia menganjurkan masyarakat agar melakukan salat Istisqa. Bahkan, hari ini, Selasa (17/09) Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melaksanakan salat Istisqa di Masjid Amrullah Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

Adapun ringkasan tata cara salat Istisqa adalah sebagai berikut.

1. Salat dua rakaat

2. Rakaat pertama takbir tujuh kali sebelum membaca surat Al-Fatihah

3. Pada rakaat kedua takbir lima kali sebelum membaca surat Al-Fatihah

4. Khotbah dua atau sekali sebelum (atau setelah) salat. Namun khotbah setelah salat lebih utama

5. Sebelum masuk khotbah pertama, khatib membaca istighfar sembilan kali

6. Sebelum masuk khotbah kedua, khatib membaca istighfar tujuh kali

7. Perbanyak doa dalam khotbah kedua

Adapun tata cara salat secara lengkapnya sebagai berikut.

1. Niat salat

Sama halnya pada salat yang lainnya, niat salat disunahkan diucapkan di awal salat. Adapun niat untuk salat Istisqa adalah sebagai berikut.

Istimewa

Ushalli sunnatal istisqa'i (imaaman/ma'muman) lillahi ta'ala.

Artinya: Aku berniat melakukan salat minta hujan dua rakaat (sebagai imam/makmum) karena Allah taala.

2. Tata cara salat Istisqa

Menurut Syekh Abdullah Bafadhal Al-Hadhrami, pada dasarnya tata cara salat Istisqa hampir sama dengan salat Idulfitri, namun ada sedikit perbedaan pada penempatan khotbah, pembacaan takbir, dan arah khatib pada khotbah kedua.

Rakaat pertama

Pada rakaat pertama, takbir tujuh kali sebelum membaca surat Al-Fatihah. Setelahnya dilanjutkan dengan membaca surat pendek, ruku, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua layaknya salat pada umumnya.

Rakaat Kedua

Pada rakaat kedua, seseorang harus melakukan takbir sebanyak lima kali sebelum membaca surat Al-Fatihah. Kemudian membaca surat pendek, ruku, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud yang kedua, hingga salam.

Khotbah pertama

Setelah selesai melaksanakan salat, kemudian khotib melakukan khotbah yang pertama. sebelum masuk ke khotbah yang pertama, khatib membaca istighfar sebanyak sembilan kali.

Khotbah yang kedua

Pada khotbah yang kedua, khatib membaca istighfar sebanyak tujuh kali, dan memperbanyak bacaan doa minta hujan.

Berikut doa minta hujan

Adapun untuk doa meminta hujan sebagaimana diriwayatkan oleh Imam As-Syafi'i, Abu Dawud, dan lainnya ialah.

Istimewa

Allahummasqina ghaitsan mughitsan hani'an mari'an (lan riwayat muri'an) ghadaqan mujallalan thabaqan sahhan da'iman.

Allahummasqinal ghaitsa, wa la taj'alna minal qanithin

Allahumma inna bil 'ibadi wal biladi wal baha'imi wal khalqi minal bala'i wal juhdi wad dhanki ma la nasyku illa ilaika.

Allahumma anbit lanaz zar'a, wa adirra lanad dhar'a, wasqina min barakatis sama'i, wa anbit lana min barakatil ardhi

Allahummarfa' 'annal jahda wal ju'a wal 'ura, waksyif 'annal bala'a ma la yaksyifuhu ghairuka

Allahumma inna nastaghfiruka, innaka kunta ghaffara, fa arsilis sama'a 'alaina midrara

Artinya: Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan yang menolong, mudah, menyuburkan, yang lebat, banyak, merata, menyeluruh, dan bermanfaat abadi. Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan. Jangan jadikan kami termasuk orang yang berputus harapan.

Ya Allah, sungguh banyak hamba, negeri, dan jenis hewan, dan segenap makhluk lainnya mengalami bencana, paceklik, dan kesempitan, di mana kami tidak mengadu selain kepada-Mu. Ya Allah, tumbuhkan tanaman kami, deraskan air susu ternak kami, turunkan pada kami air hujan karena berkah langit-Mu, dan tumbuhkan tanaman kami dari berkah bumi-Mu.

Ya Allah, angkat dari bahu kami kesusahan paceklik, kelaparan, ketandusan. Hilangkan dari kami bencana yang hanya dapat diatasi oleh-Mu. Ya Allah, sungguh kami memohon ampun kepada-Mu, karena Kau adalah Maha Pengampun. Maka turunkan pada kami hujan deras dari langit-Mu.

Itulah tata cara melaksanakan Salat Istisqa untuk meminta hujan. Yuk laksanakan![]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.