Katib Syuriyah Tegaskan Dukungan Gus Yahya soal Dewan Perdamaian Bukan Sikap Resmi PBNU

AKURAT.CO Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Tajul Mafakhir menegaskan bahwa dukungan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf terhadap keputusan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace merupakan pendapat pribadi, bukan sikap resmi organisasi.
Pria yang akrab disapa Gus Tajul itu menyatakan hingga kini PBNU belum pernah menggelar rapat resmi untuk membahas keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian. Karena itu, menurutnya, pernyataan Yahya tidak dapat dianggap sebagai keputusan organisasi.
“Hingga detik ini, belum pernah ada rapat resmi di internal PBNU yang membahas apalagi menyetujui hal tersebut,” kata Gus Tajul dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/1/2026).
Baca Juga: PBNU Bertentangan dengan Gusdurian soal Indonesia Gabung Board of Peace Bentukan Trump
Ia mengaku terkejut saat dimintai tanggapan terkait pernyataan Yahya Cholil Staquf dalam konferensi pers di Gedung PBNU. Menurut Gus Tajul, PBNU memiliki mekanisme ketat dalam mengambil keputusan strategis, terutama yang berkaitan dengan hubungan dengan pemerintah dan kebijakan publik.
“Keputusan semacam ini semestinya melalui musyawarah yang melibatkan Syuriyah dan Tanfidziyah,” ujarnya.
Gus Tajul mengingatkan bahwa klaim sepihak atas nama PBNU berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan warga Nahdliyin. Ia menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi dengan memastikan setiap sikap resmi lahir dari keputusan kolektif kolegial.
“Jangan sampai pendapat pribadi diklaim sebagai suara jam’iyah. Ini semata-mata untuk menjaga PBNU tetap independen dan berjalan sesuai AD/ART,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyatakan dukungan terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto bergabung dalam Dewan Perdamaian yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurut Yahya, keterlibatan Indonesia dalam dewan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar berkelanjutan membantu perjuangan Palestina.
Baca Juga: PBNU: Pernyataan Dahnil Anzar Tak Beradab Saat Tanggapi Kritik Anwar Abbas soal Layanan Haji
“Saya sangat mendukung agar Presiden Prabowo Subianto memainkan peran itu dengan sungguh-sungguh, supaya kita jangan sampai absen dalam ikhtiar apapun untuk membantu Palestina,” kata Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jumat (30/1/2026).
Yahya menilai keputusan tersebut sejalan dengan komitmen konsisten Indonesia dalam mendukung masa depan dan kemerdekaan rakyat Palestina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










