PBNU Dukung Prabowo Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Donald Trump

AKURAT.CO Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan dukungan terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP), sebuah inisiatif internasional yang dibentuk untuk mendorong perdamaian di Palestina. Dukungan tersebut disertai pesan agar Indonesia tetap konsisten membela kemerdekaan dan keselamatan rakyat Palestina.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan, PBNU memahami pertimbangan strategis Presiden Prabowo dalam menjalankan diplomasi internasional, namun mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak dalam arus politik global yang justru merugikan Palestina.
“Kami memahami semua yang dijelaskan oleh Pak Presiden dengan menitipkan pesan agar tidak mudah untuk terbawa arus yang mungkin nantinya justru merugikan Palestina, merugikan rakyat Palestina,” kata Yahya Cholil Staquf di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: PBNU: Pernyataan Dahnil Anzar Tak Beradab Saat Tanggapi Kritik Anwar Abbas soal Layanan Haji
Gus Yahya menjelaskan, pesan tersebut disampaikan dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan 16 pimpinan organisasi masyarakat Islam dan tokoh pesantren. Dalam pertemuan itu, Presiden memaparkan sejumlah kebijakan luar negeri yang dinilai realistis dan memiliki dampak konkret, termasuk keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace yang melibatkan konsolidasi dengan negara-negara Timur Tengah.
“Sehingga hal-hal yang nanti dilakukan di dalam dewan tersebut akan menjadi langkah yang terkonsolidasi di antara negara-negara yang memang pada dasarnya dan menjadi motivasi mereka berpartisipasi di dalam dewan itu untuk membela dan membantu Palestina,” ujar Gus Yahya.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjalankan misi tersebut dengan kewaspadaan tinggi dan prinsip yang tidak bisa ditawar. Fokus bantuan, kata Gus Yahya, tidak hanya tertuju pada Jalur Gaza, tetapi juga akan dikembangkan untuk menjangkau rakyat Palestina di wilayah Tepi Barat.
“Presiden mengatakan bahwa semua akan dilakukan dengan kewaspadaan, dengan prinsip yang sama sekali tidak bisa ditawar untuk menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina, khususnya di Gaza, tetapi juga nanti akan dikembangkan dalam ikhtiar-ikhtiar yang lebih luas sampai kepada rakyat Palestina yang ada di Tepi Barat,” kata Gus Yahya.
Baca Juga: Rais Aam dan Gus Ipul Tak Hadir Harlah 1 Abad NU, PBNU Masih Retak?
Dukungan PBNU ini dinilai mencerminkan sinergi antara ulama dan pemerintah dalam mengawal peran Indonesia di panggung politik global, khususnya dalam isu kemanusiaan dan upaya perdamaian bagi Palestina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








