DPR Ingatkan Pemerintah, MBG Ramadan Jangan Menimbulkan Masalah Baru

AKURAT.CO Komisi IX DPR mengingatkan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan tidak mengulang persoalan efektivitas seperti yang terjadi saat libur sekolah.
Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, menilai skema distribusi MBG perlu dirancang secara cermat dengan mempertimbangkan beban biaya bagi orang tua maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Jangan sampai seperti saat libur sekolah. Menurut saya itu tidak efektif karena orang tua harus datang ke sekolah untuk mengambil makanan, sehingga menambah biaya transportasi,” ujar Yahya saat dihubungi Akurat.co, Jumat (23/1/2026).
Selain itu, Yahya juga menyoroti opsi pengantaran makanan langsung ke rumah siswa.
Menurutnya, skema tersebut justru berpotensi membebani SPPG dari sisi anggaran dan operasional.
Baca Juga: Komisi I DPR: Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza Perkuat Diplomasi Global
“Kalau makanan diantar ke rumah siswa, biaya transportasinya akan sangat memberatkan SPPG karena lokasi rumah siswa tersebar dan berjauhan,” katanya.
Karena itu, Yahya meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menyusun skema MBG selama Ramadan yang tidak hanya menjamin keamanan pangan dan kualitas gizi, tetapi juga efisien secara logistik dan anggaran.
“Saya setuju MBG tetap berjalan selama Ramadan, tetapi pola pembagiannya harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kebijakan MBG Ramadan harus dirancang secara matang agar tujuan pemenuhan gizi tetap tercapai tanpa menimbulkan persoalan baru di lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










