Kiai Se-Jabar dan DKI Desak Rais Aam Percepatan Muktamar dan Bersih-bersih Korupsi Haji

AKURAT.CO Sejumlah kiai dari Jawa Barat dan DKI Jakarta mendesak Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera mempercepat pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Desakan tersebut disampaikan dalam Forum Bahtsul Masail yang digelar di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon.
Forum yang diikuti puluhan kiai muda dan pengasuh pesantren itu menyoroti kondisi internal PBNU yang dinilai tengah mengalami krisis kepemimpinan dan lemahnya tata kelola organisasi.
Pengasuh Pondok Pesantren Kempek, KH Muhammad Shofi bin Mustofa Aqiel, mengatakan forum telah merumuskan dasar keagamaan sebagai pijakan penting perlunya percepatan muktamar. Menurutnya, persoalan yang tengah dihadapi PBNU tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.
“Percepatan muktamar dimaksudkan agar NU segera keluar dari berbagai persoalan serius, termasuk isu korupsi kuota haji yang sedang ditangani KPK dan kegaduhan di tingkat pimpinan pusat,” ujar KH Shofi, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: Forsikap Desak PBNU Nonaktifkan Petinggi Terseret Korupsi Haji, Dorong Muktamar Dipercepat
Ia menegaskan, kondisi tersebut berpotensi merusak marwah organisasi jika tidak segera diselesaikan melalui mekanisme resmi NU. Forum Bahtsul Masail pun menggunakan kaidah fikih dar’ul mafasid muqaddam ‘ala jalbil mashalih, yakni menolak kerusakan harus didahulukan daripada meraih kemaslahatan.
Forum menilai, potensi mafsadat yang muncul saat ini harus segera dihentikan melalui langkah organisatoris yang konstitusional, salah satunya dengan mempercepat muktamar.
Selain itu, forum juga menyoroti dinamika kepemimpinan PBNU yang dinilai tidak lagi berjalan efektif setelah adanya keputusan pemberhentian Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Kondisi tersebut dianggap menimbulkan kekosongan kepemimpinan dan berdampak pada stabilitas organisasi secara nasional.
Para kiai juga merekomendasikan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran pengurus PBNU yang terindikasi atau berpotensi terlibat dalam kasus dugaan korupsi kuota haji. Langkah tegas dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan warga Nahdlatul Ulama.
“Kami ingin NU kembali fokus pada khidmat keumatan, menjaga akhlak organisasi, dan menjauh dari praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai syariat maupun hukum negara,” tegas KH Shofi.
Baca Juga: Gus Yahya Tegaskan Kas PBNU Bersih dari Dana Korupsi Kuota Haji
Forum Bahtsul Masail di Cirebon ini diikuti kiai muda serta tokoh pesantren dari berbagai daerah di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Hasil forum tersebut akan disampaikan kepada Rais Aam PBNU sebagai bentuk aspirasi resmi dari para kiai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






