100 Juta Perjalanan Diprediksi Terjadi Saat Libur Nataru, Wisatawan Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

AKURAT.CO Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi salah satu momentum terbesar pergerakan wisatawan. Pada periode Nataru 2025/2026, Kementerian Pariwisata memproyeksikan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,45 juta orang.
Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Perhubungan, pergerakan wisatawan nusantara diperkirakan menembus lebih dari 100 juta perjalanan.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengimbau para pengelola destinasi wisata untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan tersebut dengan menghadirkan pelayanan yang prima, aman, dan berorientasi pada kenyamanan wisatawan.
“Kami mengimbau pengelola destinasi untuk mengedepankan kebersihan, keamanan, keselamatan, dan kenyamanan wisatawan. Terlebih dengan adanya tantangan cuaca ekstrem, kewaspadaan di sektor pariwisata perlu terus ditingkatkan,” ujar Widiyanti, Kamis (25/12/2025).
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Pariwisata telah menerbitkan Surat Edaran tentang Kesiapan Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan pada Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Surat edaran tersebut dilengkapi dengan berbagai modul pendukung, antara lain modul kebencanaan, penerapan CHSE, panduan implementasi, serta petunjuk teknis manajemen risiko di destinasi wisata.
“Kami juga secara aktif melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan destinasi wisata di berbagai daerah,” katanya.
Menpar Widiyanti juga mengimbau wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan selama berwisata dengan memantau informasi cuaca dari sumber resmi seperti BMKG.
Wisatawan diminta memilih destinasi dan aktivitas yang aman, menghindari kegiatan berisiko tinggi saat cuaca ekstrem, serta menggunakan moda transportasi yang memenuhi standar keselamatan.
Baca Juga: Momen Natal: Prabowo Kunjungi Luhut, Tekankan Persatuan di Tengah Bencana Sumatera
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati melakukan peninjauan ke Pantai Pasir Putih Carita dan Tanjung Lesung Beach Hotel, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas destinasi, mulai dari kebersihan kawasan, ketersediaan dan kebersihan toilet, hingga keberadaan pos kesehatan dan petugas keselamatan.
“Saya mengunjungi Pantai Pasir Putih Carita untuk memastikan kesiapan pengelola dalam menghadapi puncak liburan, terutama dari aspek keamanan dan keselamatan wisatawan,” ujar Ni Luh.
Dalam kunjungannya, ia mendorong para pemangku kepentingan untuk melengkapi sarana mitigasi risiko, khususnya dengan menambah papan petunjuk jalur evakuasi di kawasan destinasi wisata.
“Papan petunjuk jalur evakuasi perlu ditambahkan agar wisatawan tidak kebingungan jika terjadi situasi darurat,” katanya.
Ni Luh juga mengimbau wisatawan agar tidak memusatkan kunjungan hanya pada satu destinasi selama masa libur Nataru guna menghindari kepadatan berlebih dan menjaga kenyamanan bersama.
“Jangan sampai satu destinasi terlalu padat karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi wisatawan,” ujarnya.
Selain itu, Wamenpar menegaskan pentingnya pengawasan untuk mencegah pungutan liar, khususnya di kawasan wisata di Banten.
Ia menyebut Kementerian Pariwisata telah menerbitkan surat edaran terkait pencegahan pungutan liar dan meminta pemerintah daerah memperkuat pengawasan.
Dalam kesempatan tersebut, Ni Luh mengapresiasi inisiatif pengelola Pantai Pasir Putih Carita yang telah menyediakan asuransi jiwa dari Jasa Raharja yang sudah termasuk dalam tiket masuk senilai Rp10.000.
Langkah ini dinilai sebagai upaya meningkatkan rasa aman dan kepercayaan wisatawan.
“Mudah-mudahan ini dapat membuat masyarakat merasa lebih aman dan nyaman untuk berwisata ke berbagai destinasi di Banten,” pungkasnya.
Baca Juga: Aplikasi Terlihat Gratis, Bagaimana Cara Mereka Menghasilkan Uang?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










