Akurat

Cak Imin Minta Ada Badan Vokasi Nasional Ciptakan Lulusan SMK Terampil di Pasar Kerja Global

Atikah Umiyani | 14 November 2025, 19:53 WIB
Cak Imin Minta Ada Badan Vokasi Nasional Ciptakan Lulusan SMK Terampil di Pasar Kerja Global

AKURAT.CO Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar, mendorong pembentukan Badan Vokasi Nasional untuk memperkuat sistem pendidikan vokasi yang terintegrasi dan sesuai kebutuhan industri.

Dia menjelaskan, keberadaan Badan Vokasi Nasional penting agar SMK menghasilkan lulusan yang terampil dan mampu bersaing di pasar kerja internasional.

"Sistem vokasi nasional harus terus dikembangkan. Saya mengusulkan dibuat, didirikan Badan Vokasi Nasional, BVN," ucap Muhaimin, di Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Baca Juga: DeutschNext Gandeng Talentle Jerman, Buka Jalur Vokasi Profesional bagi Talenta Jakarta

Pria yang akrab dipanggil Cak Imin ini menuturkan, sistem pengelolaan vokasi yang terintegrasi melalui Badan Vokasi Nasional akan menjawab sejumlah permasalahan SMK dan lembaga pendidikan vokasi lain.

Termasuk kurikulum SMK yang tidak terhubung dengan dunia industri (mismatch), pengelolaan pelatihan vokasi yang tumpang tindih antar Kementerian/Lembaga, hingga mekanisme penyaluran siswa lulusan SMK.

Salah satu tantangan yang menjadi sorotan utama, adalah belum efektifnya sertifikasi keahlian dan bahasa asing berstandar internasional untuk para lulusan SMK serta lembaga pendidikan vokasi lain. 

Menurutnya, Badan Vokasi Nasional akan menghasilkan sistem pengelolaan vokasi yang lebih efektif dan mendorong lulusan SMK lebih cepat terserap di pasar kerja dalam negeri dan luar negeri.

Baca Juga: Dukung Program Prioritas Pendidikan Prabowo, Kemenag Siapkan Direktorat Vokasi Madrasah

"Pasar kerja di dalam maupun di luar negeri sangat potensial, tetapi pendidikan dan vokasi perlu dikonsolidasikan lebih cepat sehingga memberikan kesempatan kepada masyarakat generasi muda untuk cepat mengupdate kapasitasnya," ujarnya.

Saat ini, pengelolaan vokasi di Indonesia belum terpadu dan belum efektif menghasilkan penyerapan tenaga kerja lulusan SMK serta lembaga pendidikan vokasi lain. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, lebih kurang 1,63 Juta Lulusan SMK menganggur dan tidak berkuliah. Kesulitan mereka untuk mengakses kesempatan kerja khususnya di pasar kerja internasional, disebabkan belum memiliki keterampilan dan kemampuan bahasa sebagai syarat kerja di luar negeri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.