Akurat

Menag: Angka Perceraian Turun Akibat Program Bimbingan Perkawinan

Paskalis Rubedanto | 11 November 2025, 17:11 WIB
Menag:  Angka Perceraian Turun Akibat Program Bimbingan Perkawinan

AKURAT.CO Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengungkap data perceraian di Indonesia yang mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir. Hal ini dipengaruhi efektivitas program bimbingan perkawinan (bimwin) bagi calon pengantin, yang kini menjadi program wajib sebelum menikah.

"Penurunan 2 tahun berturut-turut ini beriringan dengan peningkatan cakupan pelaksanaan bimbingan perkawinan yang merata di seluruh Indonesia," ujar Nasaruddin dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2025).

Dia menjelaskan, program bimwin berfokus pada penguatan kesiapan mental, spiritual, dan sosial pasangan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Program ini diarahkan untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Baca Juga: Hamish Daud Tetap Dukung Raisa Usai Perceraian: Saya Enggak Lari dari Tanggung Jawab

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kasus perceraian nasional pada 2023 mencapai 463.654 kasus, turun 10,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka itu kembali menurun pada 2024 menjadi 394.608 kasus, atau turun 14,9 persen dari tahun 2023.

"Menandakan korelasi positif antara kewajiban mengikuti bimbingan dengan penurunan angka perceraian," katanya.

Selain itu, hasil evaluasi lapangan Kementerian Agama mencatat 86 persen peserta bimwin merasa program tersebut membantu mereka memahami dinamika kehidupan rumah tangga.

"Serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan penyelesaian konflik keluarga sejak awal pernikahan," tutup Nasaruddin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.