Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12 Persen Berkat Program Prorakyat Presiden Prabowo

AKURAT.CO Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal dua tahun 2025 yang mencapai 5,12 persen berkat program prorakyat dan pemberdayaan di bidang kesejahteraan yang dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi capaian pemerintah kali ini.
"DPR menyambut baik laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia terbaru yang melebihi dari harapan. Tentunya ini tidak terlepas dari apa yang telah dilakukan pemerintah," katanya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/8/2025).
Baca Juga: Presiden Prabowo Beri Arahan dan Lepas Keberangkatan Retreat Anggota Kadin dari Hambalang
Cucun menilai stimulus-stimulus yang diberikan pemerintah menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi kuartal kedua Indonesia melebihi harapan.
"Walaupun kita tidak menutup mata bahwa ada penurunan daya beli di sebagian kelompok masyarakat, tapi hasil growth kita saat ini memperlihatkan ekonomi Indonesia terus bergerak ke arah yang baik," tutur legislator dari Dapil Jawa Barat II itu.
Cucun beranggapan, berbagai stimulus fiskal yang dilakukan pemerintah turut berperan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua ini. Secara khusus program-program prorakyat.
Baca Juga: Kemenko Polkam Bangun Fasilitas Pemenuhan Gizi di Bogor Dukung Program Prioritas Presiden Prabowo
"Artinya program-program prorakyat dan pemberdayaan kesra yang dilakukan pemerintah sudah on the track dan kita harus apresiasi keberhasilannya," katanya.
"Mulai dari program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, stimulus-stimulus ekonomi yang dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto saat Ramadan dan Idulfitri lalu maupun yang dikeluarkan untuk menjaga laju pertumbuhan dan memperkuat stabilitas perekonomian nasional di awal Juni seperti subsidi upah dan berbagai program bantuan sosial lain," jelasnya.
Menurut Wakil Ketua Umum PKB tersebut, konsumsi masyarakat yang meningkat pun menunjukkan intervensi pemerintah untuk mengerek daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan subsidi upah.
Baca Juga: Prabowo Inisiasi KSTI 2025, Komitmen Dorong Iptek untuk Indonesia Emas
Hal ini juga berkat kerapian data penerima bansos melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikomandoi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
"Stimulus-stimulus fiskal yang dijalankan pemerintah bisa berjalan dengan baik dan tepat sasaran karena DTSEN yang ada di bawah Menko Pemberdayaan Masyarakat," tutur Cucun.
Adapun, DTSEN menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai basis acuan utama pemberian bantuan sosial kepada keluarga penerima manfaat (KPM).
Baca Juga: Prabowo Puas dengan Kinerja Kabinet, Belum Beri Isyarat Ada Reshuffle
Cucun juga menilai DTSEN mampu menggerakkan masyarakat yang belum sejahtera dengan berbagai program pemberdayaan kesra.
"Buktinya jumlah penduduk miskin turun dari 25,22 juta pada maret 2024 menjadi 23,85 juta penduduk," katanya.
"Dan menurunnya jumlah penduduk miskin tersebut tentu meningkatkan daya beli masyarakat dan pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kuartal dua tahun 2025 ini," lanjut Cucun.
Baca Juga: PCO: Presiden Prabowo Dorong Ilmuwan Indonesia Kolaborasi dengan Saintis Dunia
Dengan kinerja yang terus menghasilkan perubahan dan perbaikan, pimpinan DPR bidang korkesra itu optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin lebih baik ke depan.
Meski begitu, kata Cucun, diperlukan dukungan dari semua pihak agar target-target dapat tercapai.
"Semua stakeholder tentu harus mendukung langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, sehingga dapat menghapus kemiskinan ekstrem dan menurunkan angka kemiskinan," ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan KSTI 2025 Harus Bebas dari Politisasi: Fokus pada Ilmu, Sains dan Teknologi
Cucun menyebut DPR akan terus mengawal program-program pemerintah dan mendukung setiap kebijakan prorakyat demi tercapainya kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh Indonesia.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, harus ada dukungan termasuk dari DPR, pelaku usaha dan semua elemen bangsa, khususnya dari masyarakat," katanya.
"Kami meyakini pemerintahan di bawah pimpinan Presiden Prabowo ditambah dukungan dan orkestrasi pembangunan yang dilakukan oleh semua pihak, pada akhirnya Indonesia yang berdikari dan sejahtera bagi rakyatnya akan terwujud," jelas Cucun.
Baca Juga: Prabowo Akan Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza hingga Evakuasi 2.000 Korban Perang ke Pulau Galang
Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 sebesar 5,12 persen secara tahunan (year on year).
Pertumbuhan ini sedikit lebih tinggi dari pada kuartal I-2025 yakni 4,87 persen dan dianggap berada di atas rata-rata angka psikologi Indonesia yakni 5 persen.
Pertumbuhan ekonomi yang melebihi 5 persen tersebut merupakan kejutan positif dan di luar perkiraan ekonom dan pelaku pasar, mengingat tekanan daya beli masyarakat dan kinerja manufaktur yang belum pulih.
Baca Juga: Antusiasme Masyarakat Sambut Prabowo Saat Tiba di Bandung
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









