Kepala Sekolah hingga Guru di Sekolah Rakyat Harus Ciptakan Lingkungan Aman dan Memanusiakan

AKURAT.CO Menteri Sosial, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan kepala sekolah, guru dan tenaga pendidik (Tendik) Sekolah Rakyat jelang memasuki masa matrikulasi. Salah satunya, mengenai kesabaran.
Menurutnya, saat ini pemerintah tidak hanya mendirikan bangunan fisik, tetapi juga membangun peradaban dimulai dari anak-anak yang dididik dengan kasih sayang, kedisiplinandan nilai-nilai luhur kebangsaan.
“Kita sedang membangun peradaban dimulai dari anak-anak yang dididik dengan kasih sayang, kedisiplinandan nilai-nilai luhur kebangsaan. Untuk itu sabar terhadap kekurangan-kekurangan yang ada itu adalah menjadi hal yang sangat penting,” ucap Gus Ipul dalam Sosialisasi Program Persiapan Sekolah Rakyat secara daring, Minggu (27/7/2025).
Baca Juga: MPLS Selesai, Persiapan Sekolah Rakyat Memasuki Tahap Matrikulasi Selama 3 Bulan
Selanjutnya, dia juga mengajak kepala sekolah, guru, dan tendik untuk menciptakan lingkungan yang menyenangkan, menghadirkan rasa aman, dan memanusiakan.
Di Sekolah Rakyat, Gus Ipul menegaskan bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling membenci tetapi peluang untuk belajar bersama. Para kepala sekolah, guru, dan tendik juga diminta konsisten terhadap aturan, norma dan tindakan.
Semua yang dilihat siswa berasal dari role model, yaitu orang-orang yang menjadi orang tua di Sekolah Rakyat. Dan guru, wali asuh, wali asrama, dan Tendik yang menjadi kompas moral siswa. Hal yang tidak kalah penting adalah menghadirkan hati dalam proses pendidikan siswa Sekolah Rakyat.
"Anak-anak kita tidak hanya belajar tentang sains dan matematika, tetapi juga tentang empati, kolaborasi dan kemanusiaan, inilah pendidikan sejati yang menyentuh akal dan menghidupkan hati, maka itu kita hadirkan hati kita, kita mengajar dengan hati, kita mendidik dengan hati, kita mengamankan mereka dengan hati," tuturnya.
Baca Juga: Mensos Evaluasi Sekolah Rakyat, Soroti Masalah Kesehatan hingga Mitigasi Perundungan
Terakhir, dalam masa persiapan penting untuk merekam semua kondisi siswa baik fisik, mental dan akademik. Evaluasi dilakukan secara berkala, tercatat, terukur, dan berprogres.
"Ingat itu, catatlah apa yang kamu kerjakan dan kerjakan apa yang kamu catat," ujarnya.
Menutup paparannya, Gus Ipul kemudian memberi sebuah kalimat motivasi untuk para kepala sekolah dan guru.
"Tidak ada perubahan tanpa keberanian, tidak ada keberanian tanpa cinta, Sekolah Rakyat bukti bahwa bangsa ini tidak akan membiarkan satu anak pun tertinggal karena kemiskinan," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






