Menag Apresiasi BPKH dalam Pengelolaan Dana Haji untuk Kemaslahatan Umat

AKURAT.CO Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengapresiasi peran Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalam mengelola dana haji untuk kepentingan umat.
Menurutnya, BPKH telah berhasil menghimpun, mengelola, mendayagunakan, dan menyalurkan dana haji dengan lebih terstruktur dan profesional.
Dalam acara di Jakarta, Selasa (18/3/2025), Menag menekankan bahwa kontribusi BPKH tidak hanya bermanfaat bagi jemaah haji, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas melalui berbagai program kemaslahatan, termasuk program Berkah Ramadan 1446 H.
“Beliau-beliau ini (BPKH) adalah para pemikir umat yang selalu berusaha memberdayakan dana haji. Tidak bisa diingkari, banyak sekali bantuan yang telah disalurkan BPKH untuk penguatan umat,” ujar Menag.
Menag menyoroti bahwa sejak didirikan pada 26 Juli 2017, BPKH telah mengelola keuangan haji secara lebih transparan dan akuntabel dibandingkan dengan pengelolaan sebelumnya.
“Sebelum BPKH terbentuk, belum semua potensi keuangan haji dikelola secara terstruktur dan profesional seperti sekarang. BPKH telah berhasil mengoptimalkan dana yang dihimpun untuk kepentingan umat,” jelasnya.
Baca Juga: Tiga Polisi Ditembak
Menurut Menag, umat Islam di Indonesia memiliki potensi besar dalam hal zakat. Berdasarkan data, sekitar 87,2 persen umat Muslim di Indonesia memiliki rekening di bank, baik berupa tabungan maupun deposito.
“Jika semua orang yang ber-KTP Islam menyimpan dananya di bank, baik dalam bentuk tabungan atau deposito, potensi pengumpulan zakat bisa mencapai sekitar 300 triliun per tahun,” ungkapnya.
Jumlah tersebut, katanya, cukup untuk membiayai sekitar 40 juta orang miskin, termasuk mereka yang tergolong miskin mutlak yang diperkirakan mencapai 2,2 juta jiwa.
Lebih lanjut, Menag mengusulkan agar BPKH dapat bekerja sama dengan lembaga lain seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memaksimalkan potensi zakat dan pundi-pundi umat lainnya.
“Selain zakat, ada potensi umat lainnya. Mungkin nanti BPKH bisa berkolaborasi dengan BAZNAS atau lembaga lain supaya pundi-pundi umat ini dapat diberdayakan bersama-sama. Dengan begitu, pengelolaan keuangan umat bisa lebih terarah dan produktif,” ujarnya.
Menag berharap sinergi antara BPKH, Baznas, dan lembaga terkait lainnya dapat semakin memperkuat pengelolaan dana umat demi kesejahteraan masyarakat secara luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








