Pemerintah Prioritaskan Penyelamatan dan Pemulihan Infrastruktur di Daerah Terdampak Banjir

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan, pemerintah telah mengidentifikasi kebutuhan utama di wilayah terdampak banjir.
Upaya tersebut mencakup evakuasi warga, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan infrastruktur dan rehabilitasi kawasan yang terdampak bencana.
Pratikno menjelaskan, dalam menangani bencana ini, pemerintah menetapkan tiga fokus utama:
1. Penyelamatan dan Evakuasi
Pemerintah bersama BNPB, TNI, Polri, serta organisasi kemanusiaan bergerak cepat untuk mengevakuasi masyarakat terdampak dan menyiapkan lokasi pengungsian yang layak.
2. Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Mengingat bencana terjadi di bulan Ramadhan, kebutuhan seperti pangan dan layanan kesehatan menjadi prioritas utama.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Madrid vs Atletico: Los Blancos tanpa Bellingham, Simeone Andalkan Alvarez
Pemerintah memastikan distribusi bantuan berjalan lancar, baik di tempat pengungsian maupun bagi warga yang masih bertahan di rumahnya.
3. Pemulihan Infrastruktur dan Rehabilitasi
Pemulihan mencakup perbaikan jalan, jembatan, sekolah, rumah ibadah, serta fasilitas umum lainnya agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal secepat mungkin.
Dalam upaya penanganan darurat di lapangan, BNPB berperan sebagai koordinator utama yang mengerahkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, relawan, serta lembaga usaha.
Sementara itu, Kemenko PMK memastikan mobilisasi sumber daya lintas kementerian dan lembaga agar bantuan dapat segera tersalurkan.
"Kita harus bergerak cepat. Prioritas utama adalah menyelamatkan masyarakat terdampak dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi," ujar Pratikno dalam keterangannya pada Selasa (4/3/2025).
Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, pemerintah akan melanjutkan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas hujan di wilayah terdampak.
Baca Juga: MSIG Jadi Title Partner ASEAN Serenity Cup, Dorong Sepak Bola Wanita ke Level Baru
Selain itu, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, daerah rawan banjir, dan wilayah rentan longsor diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
"Pemerintah pusat dan daerah terus bekerja keras menangani dampak banjir yang melanda kawasan Jabodetabek di awal Maret 2025. Sejumlah langkah strategis telah disusun untuk memastikan keselamatan warga serta percepatan pemulihan pasca bencana," tegas Pratikno.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia








