AKURAT.CO Direktur Utama Perumda PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengungkapkan tarif air minum pelanggan PAM Jaya akan mengalami penyesuaian mulai Januari 2025. Penyesuaian ini menjadi yang pertama kalinya dilakukan sejak tarif terakhir kali ditetapkan pada 2007.
Arief menjelaskan, meski wilayah DKI Jakarta terus mengalami pertumbuhan ekonomi, tarif air PAM Jaya selama 17 tahun terakhir masih berada di bawah tingkat inflasi pada periode 2007-2024.
"Terdapat pertumbuhan tarif rata-rata komoditas dalam periode 17 tahun, dari 2007 hingga 2024 yang cukup variatif," ujar Arief di Jakarta, Sabtu (28/12/2024).
Baca Juga: Jaga Kualitas Air Bersih, Pembangunan Reservoir Komunal PAM JAYA Perlu Diperbanyak
Di mana, air minum dalam kemasan (AMDK) mengalami kenaikan tarif terbesar, yakni sebesar 345 persen, disusul gas elpiji 12 kilogram sebesar 273 persen, dan minyak goreng sebesar 214 persen. Sebagai perbandingan, tarif bahan bakar minyak (BBM) hanya naik 115 persen, sedangkan tarif listrik naik 136 persen.
Dalam paparannya, Arief menunjukkan perbandingan tarif air PAM Jaya dengan perusahaan air minum daerah lain. Saat ini, tarif air PAM Jaya untuk kelompok sosial (K1) berada di kisaran Rp1.050-Rp3.000 per meter kubik, jauh lebih rendah dibandingkan PT Tirta Asasta Depok yang mencapai Rp3.000-Rp11.000 untuk kelompok yang sama.
"Indeks ini menunjukkan bahwa tarif eksisting PAM Jaya masih di bawah tarif yang diterapkan oleh PDAM lain di luar DKI Jakarta," kata Arief.
Meski demikian, dia memastikan penyesuaian tarif ini diiringi dengan program subsidi untuk meringankan beban masyarakat.
Contohnya, untuk golongan tarif 2A1 (Rumah Tangga Sangat Sederhana) dengan pemakaian 30 meter kubik, tarif lama sebesar Rp41.810 akan disesuaikan menjadi Rp46.695. Namun, setelah subsidi diterapkan, tarif tersebut turun menjadi Rp34.695.
Baca Juga: Tarif Air PAM Jaya Naik Mulai 1 Januari 2025, Ini Rinciannya
Sementara itu, untuk golongan 2A2 (Rumah Tangga Sederhana) dengan pemakaian 20 meter kubik, tarif baru sebesar Rp183.060 akan disesuaikan menjadi Rp151.060 setelah subsidi.
PAM Jaya juga melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Administrasi di lima wilayah DKI Jakarta, untuk mensosialisasikan rencana ini.
"Dengan penyesuaian ini, kami berharap dapat terus memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, sambil tetap menjaga keberlanjutan operasional perusahaan," pungkasnya.
Penyesuaian tarif ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan pelayanan air bersih di Jakarta yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan penduduk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 4Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 5FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia









