PKS Yakin Pilkada Lewat DPRD Bisa Meminimalisir Kecurangan

AKURAT.CO Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyambut baik wacana Presiden Prabowo Subianto yang ingin mengubah mekanisme pemilahan kepala daerah menjadi dipilih melalui DPRD.
Ketua DPP PKS, Almuzzammil Yusuf, menilai, pilkada langsung yang telah berjalan ini masih memiliki banyak kekurangan.
Selain memakan anggaran yang besar, pilkada langsung juga rawan akan kecurangan.
Baca Juga: Pilkada Melalui DPRD, Efisiensi Anggaran hingga Potensi Stabilitas Politik
Menurut Almuzzammil, pilkada melalui DPRD lebih baik karena dapat meminimalisir bahkan menghilangkan berbagai bentuk kecurangan yang biasa terjadi pada pilkada secara langsung.
"Dalam pilkada langsung selama ini, berbagai kecurangan terjadi seperti politik uang, keberpihakan oknum aparat untuk mendukung calon tertentu, politisasi dana bansos, rekapitulasi suara dan lain sebagainya," katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/12/2024).
"Jika pilkada dipilih melalui DPRD, berbagai kecurangan tersebut dapat diminimalisir, bahkan dihilangkan. Bawaslu dapat bekerja sama dengan polisi, jaksa dan KPK untuk memperketat pengawasan," sambungnya.
Baca Juga: PKS Dukung Wacana Pilkada Lewat DPRD untuk Hindari Polarisasi
Pilkada melalui DPRD juga bagian dari proses yang demokratis dan sesuai dengan Pasal 18 Ayat 4 UUD NRI Tahun 1945 dan sila keempat Pancasila.
Sebab, DPRD merupakan representasi suara masyarakat yang dipilih melalui proses pemilihan secara langsung. Sehingga, DPRD dinilai berhak untuk mewakili apa yang menjadi suara dan kepentingan masyarakat, termasuk dalam memilih kepala daerah.
"Pasal 18 Ayat 4 UUD NRI Tahun 1945 menyebutkan bahwa gubernur, bupati dan wali kota masing-masing sebagai kepala pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota dipilih secara demokratis. Dengan demikian, pilkada melalui DPRD juga bagian dari proses yang demokratis serta implementasi dari demokrasi perwakilan sesuai sila keempat Pancasila. Meskipun dipilih di DPRD, landasan hikmah kebijaksanaan (etika dan moral) menjadi syarat multak pelaksanaannya," Almuzzammil memaparkan.
Baca Juga: Soal Usulan Kepala Daerah Dipilih DPRD, Wamendagri Imbau Cari Akar Masalah Mahalnya Pilkada
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 4Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






