MPR: Kelancaran Pilkada Bukti Indonesia Semakin Matang Berdemokrasi

AKURAT.CO Pilkada Serentak 2024 dinilai berjalan cukup baik dan kondusif karena di berbagai daerah cenderung minim konflik, sesuai dengan keinginan penyelenggara pemilu.
Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, turun langsung meninjau pelaksanaan Pilkada Serentak di Kota Bogor, Rabu (27/11/2024) kemarin.
Dari situ, Eddy meyakini pilkada kali ini sudah berjalan lancar.
Mulai dari pelaksanaan pemungutan suara, penghitungan sampai pengumuman hasil nantinya.
"Kita bersyukur karena suasana kondusif harapannya angka partisipasi politik juga baik. Sekali lagi kita bersyukur karena tidak ada konflik horizontal berbasis identitas yang terjadi di masyarakat sepanjang penyelenggaraan pilkada serentak ini," jelas Eddy dalam keterangannya, Kamis (28/11/2024).
Baca Juga: Golkar Optimis Raih Kemenangan hingga 60 Persen di Pilkada Serentak 2024
Ia menyampaikan, pemilu dan pilkada di Indonesia merupakan salah satu sistem pemilihan umum yang paling kompleks di dunia, karena melibatkan ratusan daerah.
"Pilkada 2024 melibatkan 270 daerah, terdiri dari sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Dengan jumlah peserta sebanyak ini, Pilkada Serentak menjadi ajang demokrasi yang kompleks dan membutuhkan persiapan dari penyelenggara," tutur Eddy.
"Kalau hari ini rangkaian pilkada serentak berjalan lancar maka sebenarnya membuktikan kematangan rakyat Indonesia dalam berdemokrasi, dalam menentukan pilihan bagi daerahnya ke depan," lanjutnya.
Ia memastikan bahwa seluruh jajaran pimpinan MPR akan terus mengawal keseluruhan penyelenggaraan pilkada serentak hingga pengumuman hasil.
"Pilkada serentak adalah event penting dalam rangkaian transisi kepemimpinan di Indonesia, sehingga pemerintahan kedepannya bisa membangun dan melayani masyarakat dari tingkat pusat hingga daerah," tutup Eddy yang juga Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).
Baca Juga: MPR Yakin Pilkada Serentak 2024 Berjalan Guyub Rukun Tanpa Gejolak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









