Akurat

Jokowi Optimis Persemaian Mentawir Bisa Hidupkan Satwa Langka Lewat Bayi Tabung

Rizky Dewantara | 4 Juni 2024, 14:55 WIB
Jokowi Optimis Persemaian Mentawir Bisa Hidupkan Satwa Langka Lewat Bayi Tabung

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan Pusat Persemaian Skala Besar di Mentawir, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Tak hanya menyediakan bibit, pusat persemaian ini juga mengembangkan plasma nutfah.

Plasma nutfah adalah, substansi pembawa sifat keturunan yang dapat berupa organ utuh atau bagian dari tumbuhan atau hewan serta jasad renik. Plasma nutfah merupakan kekayaan alam yang sangat berharga bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pembangunan nasional.

Menurutnya, pembangunan pusat plasma nutfah ini menandai langkah maju dalam konservasi keanekaragaman hayati. Biobank dan seed bank yang ada di persemaian tersebut akan menyimpan bibit-bibit tanaman penting seperti shorea dan dryobalanops, yang makin sulit ditemukan di alam liar.

Baca Juga: Resmikan Persemaian Mentawai, Jokowi Senang Banyak Bibit Pohon Langka yang Diproduksi

"Dan juga sperma satwa-satwa yang mulai sudah sangat berkurang juga sudah ada yang nantinya bisa dipakai untuk bayi tabung, hewan-hewan yang sudah tidak ada," kata Jokowi, Selasa (4/6/2024).

Dia menegaskan, peresmian Persemaian Mentawir bukan hanya mencerminkan komitmen Indonesia terhadap rehabilitasi lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen global dalam menghadapi perubahan iklim. Selain itu, persemaian-persemaian lainnya di berbagai wilayah di Indonesia, juga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan.

"Ini menjadi sebuah komitmen terhadap global mengenai perubahan iklim yang telah kita tanda tangani," tuturnya.

Peresmian Persemaian Mentawir ini memberikan harapan baru bagi upaya pelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem di Indonesia, serta menjadi tonggak penting dalam menjaga keanekaragaman hayati untuk generasi mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.