Akurat Logo

Update Terbaru Temuan Cacar Monyet Di Jakarta, Kini Totalnya Ada 2 Kasus

Rahma Maulidia | 18 Oktober 2023, 20:39 WIB
Update Terbaru Temuan Cacar Monyet Di Jakarta, Kini Totalnya Ada 2 Kasus

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan telah mengumumkan penemuan kasus terbaru cacar monyet di Jakarta pada Sabtu (14/10/2023).

Kejadian ini menandai penemuan kedua setelah kasus pertama yang tercatat pada 20 Agustus 2022 lalu.

Kasus kedua cacar monyet diketahui berasal dari transmisi lokal karena tidak ada riwayat pasien melakukan perjalanan luar negeri.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta tengah melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap enam hingga tujuh orang yang diduga memiliki kontak erat dengan pasien.

Menurut beberapa sumber, Rabu (18/10/2023), Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, masih melakukan pengecekan terhadap penularan cacar monyet yang kemungkinan berasal dari pelaku perjalanan dalam negeri.

Sementara itu, kondisi pasien cacar monyet masih dalam penanganan medis di rumah sakit setempat.

Baca Juga: Meski Kasus Menurun, WHO Tetap Kategorikan Cacar Monyet sebagai Darurat Kesehatan Global

Lebih lanjut, Siti menyatakan bahwa penyakit cacar monyet sudah tidak lagi dikategorikan sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang jadi perhatian dunia oleh World Health Organization (WHO).

"Jadi, cacar monyet sudah merupakan penanganan penyakit biasa," katanya.

Cacar monyet merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus Monkeypox. Penyakit ini pertama kali ditemukan pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo.

Penyakit cacar monyet menjadi salah satu virus yang memiliki kemampuan untuk menular antar manusia.

Gejala Awal Cacar Monyet

Gejala cacar monyet biasanya muncul dalam waktu 7 hingga 14 hari setelah terinfeksi. Namun, gejala juga bisa muncul sekitar 5 hingga 21 hari setelah paparan.

Baca Juga: Cacar Monyet Sudah Menyerang Ibu Hamil, Ini Gejalanya

Berikut adalah beberapa gejala terinfeksi cacar monyet:

  1. Demam

Gejala yang umum terjadi adalah kondisi suhu tubuh berada di atas 38,5 derajat Celcius. Diketahui bahwa demam bisa menandakan sistem kekebalan tubuh sedang bekerja melawan infeksi cacar monyet.

  1. Sakit kepala

Virus Monkeypox bisa memicu pasien mengalami sakit kepala.

  1. Nyeri otot dan punggung

Gejala nyeri pada otot dan punggung bisa menandakan bahwa tubuh tengah melawan virus cacar monyet.

  1. Limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening)

Hal yang membedakan antara cacar monyet dengan cacar lainnya adalah gejala pembengkakan kelenjar getah bening. Pembengkakan ini biasanya timbul di area leher dan ketiak pasien.

  1. Kelelahan

Kondisi tubuh pasien akan mudah merasa lelah karena memerlukan energi besar untuk melawan penyakit cacar monyet.

  1. Ruam

Penderita cacar monyet akan mengalami ruam selama 1-3 hari. Biasanya ruam menyebar dari wajah hingga ke bagian tubuh lainnya, seperti lengan atau tungkai.

  1. Lesi

Ruam yang timbul akan berubah menjadi lesi atau luka pada kulit. Namun, lesi yang bernanah akan menghilang dengan sendiri setelah luka mulai kering.

Tanpa pengobatan, gejala cacar monyet umumnya akan berlangsung selama 2-4 minggu.

Jumlah kasus cacar monyet di dunia tercatat mencapai 90.618 dengan angka kematian 517 jiwa dari 115 negara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
W
Editor
Wahyu SK