Akurat Logo

Meski Kasus Menurun, WHO Tetap Kategorikan Cacar Monyet sebagai Darurat Kesehatan Global

Bani Maryanto | 2 November 2022, 11:16 WIB
Meski Kasus Menurun, WHO Tetap Kategorikan Cacar Monyet sebagai Darurat Kesehatan Global

AKURAT.CO Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pihaknya masih menetapkan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global, yang merupakan tingkat kewaspadaan tertinggi lembaganya.

Pengumuman itu dibuat pada Selasa (1/11), dengan WHO menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan komite darurat kesehatan internasional, beberapa kemajuan telah dibuat dalam kaitannya dengan respons global. Namun, informasi yang tersedia masih sedikit untuk mengetahui apakah penularan yang diamati di Afrika terutama bersifat zoonosis (hewan ke manusia). Informasi juga masih terbatas untuk menentukan peran penularan dari manusia ke manusia, termasuk melalui kontak intim atau seksual.

Label darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional' atau disingkat PHEIC dirancang untuk memicu respons internasional yang terkoordinasi, serta pendanaan untuk kolaborasi berbagi vaksin dan perawatan.

Pada Juli, status PHEIC resmi diberikan untuk cacar monyet, peringatan siaga tertinggi terakhir setelah WHO mendeklarasikannya untuk pandemi Covid-19.

"Banyak penanganan berbiaya rendah memiliki kapasitas diagnostik yang tidak memadai dan belum memiliki akses ke vaksin atau terapi. Ini terjadi meski sudah jelas ada kasus kematian tertinggi yang dilaporkan di semua wilayah, dan hanya sedikit informasi yang tersedia mengenai apakah pihak berwenang mempertimbangkan untuk menggunakannya atau meminta pasokan."

"Komite mencatat bahwa dalam penanganan berbiaya tinggi, di mana wabah pertama kali dialami, informasi awal menunjukkan penurunan yang signifikan dalam jumlah laporan baru dari kasus cacar monyet," kata WHO.

Badan PBB itu menegaskan bahwa komite telah sepakat cacar monyet masih  memenuhi 'kriteria untuk  PHEIC'. Adapun alasan yang dikemukakan komite antara lain bahwa penularan masih berlangsung di beberapa wilayah, risiko stigma dan diskriminasi yang berkelanjutan, hingga sistem kesehatan yang masih lemah di beberapa negara berkembang.

WHO dalam laporan epidemiologi terbarunya telah menyebut hingga 73.437 kasus cacar monyet, dan 29 kematian yang dilaporkan secara global sejak 1 Januari.

Nigeria menjadi negara yang mencatat jumlah kasus signifikan. Menurut surat kabar independen Nigeria, TheCable, dari 1 Januari hingga 11 September 2022, negara itu telah mencatat 349 kasus yang dikonfirmasi, dengan tujuh kematian dilaporkan oleh Pusat Pengendalian Penyakit Nigeria (NCDC). []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
E
Editor
Endarti