Meski Kasus Menurun, WHO Tetap Kategorikan Cacar Monyet sebagai Darurat Kesehatan Global

AKURAT.CO Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pihaknya masih menetapkan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global, yang merupakan tingkat kewaspadaan tertinggi lembaganya.
Pengumuman itu dibuat pada Selasa (1/11), dengan WHO menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan komite darurat kesehatan internasional, beberapa kemajuan telah dibuat dalam kaitannya dengan respons global. Namun, informasi yang tersedia masih sedikit untuk mengetahui apakah penularan yang diamati di Afrika terutama bersifat zoonosis (hewan ke manusia). Informasi juga masih terbatas untuk menentukan peran penularan dari manusia ke manusia, termasuk melalui kontak intim atau seksual.
Label darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional' atau disingkat PHEIC dirancang untuk memicu respons internasional yang terkoordinasi, serta pendanaan untuk kolaborasi berbagi vaksin dan perawatan.
Pada Juli, status PHEIC resmi diberikan untuk cacar monyet, peringatan siaga tertinggi terakhir setelah WHO mendeklarasikannya untuk pandemi Covid-19.
"Banyak penanganan berbiaya rendah memiliki kapasitas diagnostik yang tidak memadai dan belum memiliki akses ke vaksin atau terapi. Ini terjadi meski sudah jelas ada kasus kematian tertinggi yang dilaporkan di semua wilayah, dan hanya sedikit informasi yang tersedia mengenai apakah pihak berwenang mempertimbangkan untuk menggunakannya atau meminta pasokan."
"Komite mencatat bahwa dalam penanganan berbiaya tinggi, di mana wabah pertama kali dialami, informasi awal menunjukkan penurunan yang signifikan dalam jumlah laporan baru dari kasus cacar monyet," kata WHO.
Badan PBB itu menegaskan bahwa komite telah sepakat cacar monyet masih memenuhi 'kriteria untuk PHEIC'. Adapun alasan yang dikemukakan komite antara lain bahwa penularan masih berlangsung di beberapa wilayah, risiko stigma dan diskriminasi yang berkelanjutan, hingga sistem kesehatan yang masih lemah di beberapa negara berkembang.
WHO dalam laporan epidemiologi terbarunya telah menyebut hingga 73.437 kasus cacar monyet, dan 29 kematian yang dilaporkan secara global sejak 1 Januari.
Nigeria menjadi negara yang mencatat jumlah kasus signifikan. Menurut surat kabar independen Nigeria, TheCable, dari 1 Januari hingga 11 September 2022, negara itu telah mencatat 349 kasus yang dikonfirmasi, dengan tujuh kematian dilaporkan oleh Pusat Pengendalian Penyakit Nigeria (NCDC). []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



