Ruhut Sitompul: Udah Bau Tanah Eh Masih Suka Ngancam-ngancam

AKURAT.CO, Juru bicara tim kampanye nasional Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Ruhut Sitompul, menyindir seseorang yang tidak dia sebutkan namanya lewat akun Twitter, Rabu (21/11).
"Udah bau tanah eh masih suka ngancam-ngancam," kata dia.
Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Demokrat menyebut orang yang disindirnya telah mengancam pimpinan organisasi dengan mengatakan akan menjewernya.
"Nggak tanggung-tanggung yang diancam pimpinan rumah tangganya sendiri dengan ancaman garis politik harus sejalan dengan kehendaknya kalau tidak mau dijewer” hari gene hahaha #01Jokowiaminsaja merdeka," kata dia.
Sudah ba’u tanah eh masih suka ngancam2, “Nggak tanggung2 yg diancam Pimpinan Rumah Tangganya sendiri dgn ancaman garis politik harus sejalan dgn kehendaknya kalau tdk ma’u dijewer” hari ge’ne ha ha ha #01JokowiAminSaja????MERDEKA????????.
— Ruhut Sitompul (@ruhutsitompul) November 21, 2018
Cuitan Ruhut Sitompul disampaikan setelah ramai pemberitaan tentang pernyataan Amien Rais.
Penasihat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amien Rais mengaku akan menjewer Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir jika lembaganya tak bersikap pada pemilihan presiden 2019.
"Di tahun politik, tidak boleh seorang Haedar Nasir memilih menyerahkan ke kader untuk menentukan sikapnya di pilpres. Kalau sampai seperti itu akan saya jewer," ujarnya di sela Tabligh Akbar dan Resepsi Milad ke 106 Masehi Muhammadiyah di Islamic Center Surabaya, sebagaimana laporan Antara.
Menurut dia, bukan merupakan fatwa jika pimpinan menyerahkan sendiri-sendiri ke kader terhadap siapa suaranya akan diberikan sehingga dibutuhkan ketegasan demi terwujudnya pemimpin yang sesuai harapan.
PP Muhammadiyah, kata dia, tidak boleh diam saja atau tidak jelas sikapnya untuk menentukan pemimpin bangsa ini di periode 2019-2024.
"Sekali lagi, kalau sampai itu dilakukan maka akan saya jewer. Pemilihan Presiden ini menentukan satu kursi dan jangan sampai bilang terserah," kata Ketua MPR RI periode 1999-2004 tersebut.
Mantan ketua umum DPP PAN itu juga meminta Muhammadiyah sikap secara organisasi selanjutnya disampaikan ke umat sehingga pada 17 April 2019 sudah tidak terjadi perdebatan memilih.
"Pilih pemimpin yang beriman, diyakini dan tidak diragukan keislamannya. Tanpa harus saya sebut nama, pasti Muhammadiyah sudah tahu," katanya.
Sedangkan, kata dia, terhadap kontestasi pemilihan umum, Amien Rais mengaku bisa memahami jika Muhammadiyah membebaskan kadernya memilih.
"Kalau pileg saya masih bisa paham, sebab kader Muhammadiyah itu ada di PAN, PKS, PPP, bahkan Golkar dan lain-lain," katanya.
Sementara itu, pemilihan presiden yang digelar 17 April 2019 diikuti dua pasangan calon, yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin nomor urut satu, kemudian nomor urut dua adalah Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat



