Akurat

SRC Perkuat Ekonomi Rakyat, 250 Ribu Toko Serap 1 Juta Pekerja

Hefriday | 29 Januari 2026, 11:10 WIB
SRC Perkuat Ekonomi Rakyat, 250 Ribu Toko Serap 1 Juta Pekerja

AKURAT.CO Sampoerna Retail Community (SRC) kian menegaskan perannya sebagai penopang ekonomi rakyat.

Lewat gelaran Pesta Retail 2026 di Bogor dan Yogyakarta, SRC tidak hanya merayakan 18 tahun perjalanan, tetapi juga menampilkan kontribusi nyata toko kelontong sebagai penggerak ekonomi nasional, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga sumbangan triliunan rupiah terhadap omzet retail.

Acara ini diikuti oleh sekitar 7.000 toko SRC terpilih, yang merepresentasikan lebih dari 250.000 anggota SRC di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Bank Raya Perkuat UMKM Lewat Pinjaman Produktif Mitra SRC

Pesta Retail 2026 turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Kementerian UMKM, serta sejumlah mitra strategis SRC.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, mengapresiasi konsistensi PT HM Sampoerna Tbk. dalam membangun ekosistem UMKM toko kelontong secara berkelanjutan.

“Kami memberikan apresiasi kepada Sampoerna yang telah membangun komunitas dan bisnis ini selama lebih dari satu dekade, selama 18 tahun. Ini menunjukkan kemitraan jangka panjang yang secara nyata memberi dampak positif bagi perekonomian nasional,” ujar Airlangga dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Airlangga menilai, skala SRC saat ini menjadikan toko kelontong sebagai aktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi rakyat, khususnya dari sisi penyerapan tenaga kerja.

“Dengan sekitar 250.000 toko SRC yang dikelola UMKM, jika satu toko rata-rata mempekerjakan empat orang, maka ada sekitar satu juta tenaga kerja yang bergantung pada sektor ini. Mereka adalah penunjang perekonomian nasional dan pahlawan ekonomi rakyat,” jelasnya.

Baca Juga: Dorong Produktivitas UMKM, Bank Raya Fasilitasi Mitra SRC dengan Pinjaman Digital

Sejalan dengan itu, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik menilai SRC berperan strategis dalam membantu UMKM beradaptasi di tengah tekanan ekonomi global dan percepatan digitalisasi.

“UMKM menghadapi tantangan besar, mulai dari persaingan ketat hingga transformasi digital. Program SRC menjadi krusial karena tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga peningkatan kapasitas manajerial dan koneksi ke ekosistem digital yang membuka akses pasar lebih luas,” kata Riza.

Presiden Direktur PT HM Sampoerna TBK, Ivan Cahyadi mengatakan pesta Retail 2026 merupakan bentuk apresiasi terhadap para pemilik toko kelontong yang selama ini menjadi tulang punggung ekosistem SRC.

“Selama 18 tahun, SRC tumbuh dari sebuah gagasan sederhana menjadi gerakan nasional yang memberdayakan UMKM dan memperkuat kemandirian ekonomi rakyat,” ujar Ivan.

Hingga kini, lebih dari 250.000 toko kelontong telah tergabung dalam SRC, didukung oleh 6.300 Mitra SRC dan 10.000 Paguyuban SRC di seluruh Indonesia. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan manajemen toko, literasi digital, hingga integrasi dalam ekosistem AYO by SRC.

Dampaknya tercermin dari kinerja usaha anggota. Berdasarkan riset KG Media 2023, rata-rata omzet toko SRC meningkat hingga 42% setelah bergabung, dengan hampir 90% toko telah terdigitalisasi. Selain itu, 77% toko SRC berhasil menambah lini usaha, termasuk produk digital dan layanan pembayaran.

Menariknya, dari sisi inklusivitas, lebih dari 54% pemilik toko SRC perempuan tercatat sebagai tulang punggung keluarga, menunjukkan peran SRC dalam penguatan ekonomi rumah tangga.

Kontribusi tersebut diperluas lewat kolaborasi dengan berbagai BUMN dan mitra strategis seperti Perum BULOG, BRI, Pos Indonesia, Telkomsel, dan Pertamina Patra Niaga, yang membuka akses UMKM terhadap pangan, pembiayaan, logistik, dan konektivitas digital.

Di tingkat komunitas, inisiatif Pojok Lokal menjadikan toko SRC sebagai kanal distribusi produk UMKM daerah, dengan nilai transaksi mencapai Rp5,65 triliun per tahun. Selain itu, 51% toko SRC berkontribusi langsung dalam penyerapan tenaga kerja lokal.

Secara agregat, ekosistem SRC menghasilkan omzet sekitar Rp236 triliun per tahun, setara 11,36% PDB retail nasional tahun 2022. Angka ini menegaskan bahwa pemberdayaan toko kelontong memiliki dampak makro terhadap perekonomian nasional.

Tak hanya itu, berdasarkan Riset Litbang Kompas 2025, aktivitas ekonomi Sampoerna menciptakan efek berganda sebesar Rp204,1 triliun per tahun, atau sekitar 1% dari PDB nasional.

“Pemberdayaan UMKM adalah perjalanan jangka panjang. Melalui SRC, kami akan terus bersinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak untuk mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat dan mendukung visi Indonesia Emas 2045,” tutup Ivan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi