Akurat

Mengapa Asuransi Unit Link Sering Menimbulkan Polemik? Ini Penjelasannya

Eko Krisyanto | 16 Oktober 2025, 10:29 WIB
Mengapa Asuransi Unit Link Sering Menimbulkan Polemik? Ini Penjelasannya
 
AKURAT.CO Produk asuransi unit link kini kembali menjadi sorotan publik karena dianggap tidak transparan dan kerap merugikan nasabah. Produk ini awalnya diciptakan untuk memberikan manfaat ganda seperti perlindungan asuransi dan investasi.
 
Tetapi ternyata banyak peserta merasa hasil investasinya jauh dari ekspektasi. Tak sedikit yang akhirnya mempertanyakan kejelasan biaya dan cara kerja produk ini.
 
Asuransi unit link menggabungkan dua fungsi. Yaitu perlindungan jiwa serta investasi di pasar modal.
 
Sebagian premi dialokasikan untuk asuransi, sementara sisanya diinvestasikan dalam portofolio saham, obligasi, atau reksa dana campuran. 
 
Dilansir dari Expat Wealth At Work, Biaya tersembunyi dalam produk unit link dapat mengikis hingga 60 persen potensi hasil investasi selama 15 tahun.
 
Struktur biaya yang kompleks ini membuat hasil akhir investasi kerap tidak sebanding dengan risiko yang diambil oleh nasabah. Situasi inilah yang menjadi pemicu utama munculnya ketidakpuasan dan polemik.
 
Polemik semakin meluas ketika banyak nasabah mengeluhkan hasil investasi yang stagnan bahkan merugi, meskipun telah rutin membayar premi selama bertahun-tahun.
 
Di Indonesia juga ada kasus serupa juga muncul dalam beberapa tahun terakhir.
 
Banyak konsumen mengaku tidak diberi penjelasan detail tentang pembagian premi antara proteksi dan investasi. 
 
Agen penjualan lebih sering menonjolkan iming-iming imbal hasil tinggi tanpa menjelaskan risiko fluktuasi pasar dan biaya pengelolaan dana. Kondisi ini membuat sebagian besar nasabah merasa tertipu dan kehilangan kepercayaan terhadap industri asuransi.
 
Peraturan mengenai transparansi biaya dinilai masih longgar.
 
Masyarakat dengan tingkat literasi keuangan rendah menjadi kelompok paling rentan terhadap produk yang kompleks seperti unit link. 
 
Banyak yang tidak memahami adanya masa lock-in period, yaitu periode di mana dana tidak dapat ditarik tanpa dikenakan penalti tinggi. Ketika mereka ingin mencairkan dana lebih cepat, nilai yang diterima jauh lebih kecil daripada total premi yang telah dibayarkan.
 
 
Ada beberapa alasan kuat mengapa produk unit link menimbulkan polemik

1. Struktur biaya yang rumit dan tidak transparan

Biaya alokasi premi, administrasi, pengelolaan dana, serta biaya kematian sering kali tidak dijelaskan secara rinci kepada calon nasabah.

2. Praktik pemasaran yang menyesatkan

Agen kerap menonjolkan potensi keuntungan investasi tanpa memaparkan risiko fluktuasi pasar dan potensi kerugian.

3. Tingkat literasi keuangan masyarakat yang rendah

Banyak konsumen membeli produk tanpa memahami mekanisme investasi dan konsekuensi biaya jangka panjang.

4. Masa penguncian dana (lock-in period)

Nasabah sulit mencairkan dana sebelum jangka waktu tertentu, sehingga muncul kesan dana “tertahan.”

5. Konflik kepentingan di industri asuransi. 

Perusahaan lebih fokus mengejar target premi daripada memastikan kepuasan nasabah.
 
Berbagai faktor tersebut menciptakan kesenjangan informasi yang besar antara perusahaan dan nasabah.
 
Asuransi unit link bukanlah produk yang sepenuhnya buruk.
 
 
Ada baiknya masyarakat terlebih dahulu membaca ilustrasi produk secara detail, memahami setiap biaya yang dikenakan, dan tidak hanya tergiur janji keuntungan. Karena keputusan yang tidak disertai pemahaman dapat berujung pada kerugian dan memperpanjang polemik yang seharusnya bisa dihindari.
 
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R