Dampak Naiknya Suku Bunga Acuan Terhadap KPR? Begini Strategi Penanggulangannya!
Eko Krisyanto | 15 Oktober 2025, 19:30 WIB

AKURAT.CO Kenaikan suku bunga acuan kembali menjadi perhatian banyak pihak, terutama bagi masyarakat yang memiliki Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Ketika suku bunga meningkat, efeknya terasa langsung pada cicilan bulanan yang harus dibayar, menimbulkan kekhawatiran bagi para debitur. Hal ini juga memengaruhi daya beli masyarakat dan pergerakan sektor properti di Indonesia.
Dilansir dari Loan Market, kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia berdampak langsung pada naiknya bunga KPR, terutama bagi pengguna skema bunga mengambang (floating rate). Kenaikan tersebut membuat cicilan bulanan meningkat secara bertahap sesuai kebijakan bank pemberi kredit.
Situasi ini terjadi karena bank menyesuaikan suku bunga pinjaman mengikuti arah kebijakan moneter.
Para debitur yang tidak siap secara finansial pun berpotensi menghadapi kesulitan dalam membayar cicilan tepat waktu dan akhirnya dapat meningkatkan risiko kredit bermasalah. Kondisi tersebut memicu efek domino terhadap sektor properti dan perbankan yang saling berkaitan satu sama lain.
Hal ini berdampak pada individu dan stabilitas sektor keuangan nasional.
Saat Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk mengendalikan inflasi dan menjaga kestabilan nilai tukar rupiah, masyarakat harus menyesuaikan strategi pengelolaan keuangan.
Pengembang properti pun menghadapi tantangan karena permintaan rumah cenderung menurun, sementara perbankan harus berhati-hati dalam menyalurkan kredit baru.
Dampak Kenaikan Suku Bunga Acuan terhadap KPR
1. Cicilan KPR Naik
Kenaikan suku bunga acuan otomatis membuat bunga pinjaman ikut meningkat, terutama untuk jenis KPR dengan bunga mengambang (floating).
Cicilan bulanan yang dibayarkan oleh debitur menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Hal ini menambah tekanan terhadap keuangan rumah tangga yang sebelumnya telah memiliki pengeluaran tetap lainnya.
2. Risiko Kredit Macet (NPL) Meningkat
Kenaikan cicilan dapat membuat sebagian nasabah kesulitan membayar tepat waktu. Jika dibiarkan hal ini berpotensi meningkatkan angka kredit macet (NPL) di sektor perbankan. Kondisi ini bisa memperlambat laju penyaluran kredit baru dan mempengaruhi likuiditas bank.
3. Turunnya Permintaan Properti
Ketika cicilan KPR meningkat banyak calon pembeli memilih menunda atau bahkan membatalkan pembelian rumah. Hal ini mengakibatkan penjualan properti melambat dan berdampak pada cash flow pengembang.
4. Pengembang Properti Tertekan
Dengan menurunnya minat beli, pengembang mengalami penurunan pendapatan dan harus menunda beberapa proyek baru.
Tekanan likuiditas juga dapat meningkat dan membuat pengembang lebih berhati-hati dalam ekspansi bisnis.
Strategi Penanggulangan Kenaikan Suku Bunga terhadap KPR
1. Evaluasi Ulang Kemampuan Keuangan
Hitung ulang pemasukan dan pengeluaran untuk memastikan kemampuan membayar cicilan yang mungkin meningkat. Sisihkan dana darurat agar tetap aman jika terjadi perubahan suku bunga di masa depan.
2. Gunakan Skema Fixed atau Kombinasi Bunga
Pilih KPR dengan bunga tetap (fixed rate) pada periode awal untuk menjaga kestabilan cicilan. Setelah masa fixed selesai, nasabah dapat berpindah ke bunga mengambang dengan kondisi finansial yang lebih siap.
3. Refinancing atau Take Over KPR
Pindah ke bank lain yang menawarkan suku bunga lebih rendah dapat menjadi solusi untuk mengurangi beban cicilan. Proses ini umum dilakukan saat nasabah menemukan lembaga keuangan dengan skema bunga yang lebih ringan.
4. Negosiasi Perpanjangan Tenor
Menambah jangka waktu cicilan dapat menurunkan jumlah pembayaran bulanan, meskipun total bunga yang dibayar menjadi lebih besar. Ini bisa menjadi alternatif sementara untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga.
5. Restrukturisasi Kredit dengan Bank
Jika kondisi keuangan benar-benar terganggu, nasabah dapat mengajukan restrukturisasi kredit.
Bank dapat memberikan keringanan dalam bentuk penundaan pembayaran atau penjadwalan ulang cicilan.
6. Diversifikasi Sumber Pendapatan
Meningkatkan pendapatan tambahan, seperti membuka usaha sampingan atau investasi kecil, dapat membantu menyeimbangkan keuangan di tengah kenaikan bunga KPR.
Kenaikan suku bunga acuan menjadi tantangan bagi pemilik KPR dan pelaku properti.
Gunakan strategi keuangan yang tepat, pemahaman finansial yang baik, dan disiplin mengatur anggaran, perubahan ini bisa menjadi peluang untuk memperkuat perencanaan keuangan jangka panjang.
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








