Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Keluarga dan Kemandirian Desa

AKURAT.CO Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan, koperasi tidak hanya berperan memperkuat lembaga ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menopang ekonomi keluarga dan memperluas akses masyarakat desa terhadap kebutuhan pokok.
Menurutnya, penguatan ekonomi keluarga dan desa melalui Koperasi Desa Merah Putih merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto di bawah inisiatif Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
“Koperasi Desa Merah Putih merupakan wujud nyata komitmen pemerintah untuk mempercepat terwujudnya desa yang mandiri, kuat, dan sejahtera. Bapak Presiden menginginkan setiap desa menjadi sejahtera karena kebersamaan warganya. Koperasi ini adalah upaya dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat,” ujar Menteri Arifah, Kamis (9/10/2025).
Ia menambahkan, koperasi yang dikelola secara transparan dan kolaboratif diharapkan mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tingkat lokal agar tidak mudah dipermainkan.
“Setiap desa perlu memiliki identitas ekonomi dan produk unggulan yang menjadi ciri khas serta kebanggaan warganya. Misalnya, kalau Desa Telukpinang punya kekhasan sendiri, orang akan tetap datang mencarinya. Kualitas dan karakter khas itu akan menjadi daya tarik ekonomi desa,” jelasnya.
Menteri PPPA juga mendorong agar pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (SPPG) di tingkat desa membeli bahan makanan dari koperasi setempat.
Langkah ini, menurutnya, akan memperkuat perputaran ekonomi di desa dan mendukung kemandirian koperasi.
Baca Juga: Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Hamas–Israel, Dorong Akses Bantuan dan Perdamaian Permanen
Lebih jauh, Arifah menekankan pentingnya peran perempuan di tingkat keluarga dan desa sebagai agen perubahan sosial dan ekonomi.
“Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi tangguh, dan desa akan lebih cepat maju. Inilah esensi pemberdayaan perempuan yang sejalan dengan semangat Koperasi Desa Merah Putih,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PPPA juga menyempatkan diri mengunjungi gerai Koperasi Desa Merah Putih, berdialog dengan pengurus dan anggota, serta mendengarkan langsung berbagai pengalaman dan tantangan yang dihadapi masyarakat desa dalam mengembangkan koperasi sebagai pusat ekonomi lokal.
Ia mendorong agar koperasi menjadi wadah pemberdayaan keluarga, penguatan peran perempuan desa, serta simbol gotong royong menuju kemandirian ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti, menyampaikan bahwa Jawa Barat memiliki populasi lebih dari 51 juta jiwa, dengan 25 juta di antaranya perempuan dan 15 juta anak. Dari sekitar 1,6 juta pelaku UMKM, 60 persen dimiliki dan dijalankan oleh perempuan.
“DP3AKB Jabar bersama TP PKK dan Dinas Koperasi terus memperkuat kapasitas perempuan melalui berbagai pelatihan kewirausahaan dalam kerangka West Java Women Empowerment. Hingga kini, lebih dari 2.000 perempuan telah dilatih sebagai fasilitator atau super trainer di bidang kuliner, menjahit, teknologi informasi, e-commerce, dan pertanian,” ujar Siska.
Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan pemerintah daerah, diharapkan Koperasi Desa Merah Putih menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi keluarga sekaligus model pemberdayaan perempuan di pedesaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










