Lentera National Luncurkan Sekolah Kristen K–12 di Park Serpong

AKURAT.CO Lentera National – Park Serpong, bagian dari Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH), meresmikan sekolah terbarunya: Lentera National – Park Serpong.
Sekolah K–12 (TK–SMA) berbasis Kristus ini akan dibuka pada Juli 2026, menjadi bagian dari pengembangan kawasan Park Serpong—salah satu township modern dan dinamis di wilayah Jabodetabek.
Acara peluncuran berlangsung pada hari Sabtu, 20 September 2025 pukul 14:00 WIB di Park Serpong Club House, dan dihadiri lebih dari 700 orang tua, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan pendidikan untuk menyaksikan tonggak baru dalam dunia pendidikan Kristen ini.
Sekolah ini dirancang untuk kapasitas 1.500 siswa, dikembangkan dalam tiga tahap, dan akan dilengkapi dengan ruang kelas modern, laboratorium sains dan komputer, fasilitas seni dan olahraga, serta ruang-ruang khusus untuk ibadah dan komunitas.
Baca Juga: Bersama Pelita Harapan Group, LippoLand Hadirkan Lentera Nasional School Park Serpong
Direktur Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen, Kemendikdasmen, Gogot mengatakan Kementerian menyambut baik inisiatif seperti SLH National yang sejalan dengan visi Indonesia dalam meningkatkan akses, pemerataan, dan kualitas pendidikan.
"Kami percaya sekolah ini akan berkontribusi mempersiapkan generasi masa depan yang berdaya saing global namun berakar pada nilai-nilai luhur," ujar Gogot dalam keterangannya, Senin (22/9/2025).
Moch. Maesyal Rasyid, Bupati Tangerang mengaku bangga menyambut Lentera National di tengah komunitas masyarakat Kabupaten Tangerang.
"Kami membutuhkan sekolah yang mampu memberikan pendidikan berkelas dunia dengan fondasi moral yang kuat. Lentera National – Park Serpong akan menjadi aset berharga bukan hanya bagi Serpong, tetapi juga bagi wilayah sekitarnya," ujar Maesyal.
Deny Sinaga, Direktur SLH National menilai Lentera National – Park Serpong bukan sekadar sebuah gedung sekolah. Ini adalah visi untuk membangkitkan generasi muda yang unggul secara akademis, kokoh dalam iman, dan siap berdampak bagi keluarga, komunitas, dan bangsa.
"Kami percaya setiap anak adalah karya agung Tuhan, dan tugas kami adalah menumbuhkan panggilan ilahi tersebut," ujar Deny.
Senada, Jonathan L. Parapak, Rektor Universitas Pelita Harapan mengatakan bahwa pendidikan adalah pembangunan bangsa. Di Lentera National – Park Serpong, yang dibangun bukan hanya pengetahuan tetapi hikmat, bukan hanya keterampilan tetapi karakter, bukan hanya lulusan tetapi pemimpin.
"Sebagai bagian dari keluarga besar YPPH, dengan lebih dari 69 sekolah dan 52.000 siswa di seluruh Indonesia, Lentera National menanam benih transformasi bagi masa depan bangsa," kata Jonatan.
Sementara Stephanie Riady, CEO Pelita Harapan Group menambahkan, kebutuhan terbesar pendidikan hari ini adalah integrasi—antara pengetahuan dan karakter, antara keterampilan global dan nilai-nilai lokal. "Lentera National – Park Serpong hadir tepat waktu sebagai model integrasi ini, memadukan keunggulan akademik dengan pembentukan spiritual," ujar Stephanie.
Membentuk Masa Depan, Berakar dalam Kristus
Lentera National – Park Serpong berkomitmen pada pendidikan Kristen yang sistemik, berpusat pada Kristus, holistik, dan transformatif.
Misinya bukan hanya mempersiapkan siswa menghadapi ujian, tetapi juga membentuk kehidupan—untuk menjadi pribadi yang bermakna, pemimpin yang melayani, dan pembawa perubahan.
Komitmen utama Lentera National mencakup:
- Kurikulum Berpusat pada Kristus: Setiap mata pelajaran diintegrasikan dengan sudut pandang alkitabiah
- Pembentukan Holistik: Mengembangkan akal (pengetahuan), hati (karakter), dan keterampilan tangan (skills) setiap siswa
- Pendidikan Inklusif: Walaupun berakar pada iman Kristen, Lentera National dengan hangat menyambut siswa dari berbagai latar belakang, agama, dan etnis, menghargai kekayaan keberagaman
- Kemitraan dengan Orang Tua: Orang tua dipandang sebagai mitra dalam membentuk pertumbuhan anak-anak mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






