PTPN IV PalmCo Sabet Penghargaan di Ajang Planters Innovation Competition 2025
Hefriday | 16 September 2025, 22:29 WIB

AKURAT.CO PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo kembali meneguhkan posisinya sebagai motor inovasi di industri kelapa sawit nasional.
Perusahaan meraih gelar juara umum dalam ajang Planters Innovation Competition (PIC) 2025, sebuah kompetisi internal PTPN Group yang menghimpun lebih dari 637 proposal inovasi dari seluruh entitas.
Kompetisi ini menjadi wadah bagi insan perkebunan untuk menciptakan terobosan kreatif yang menjawab berbagai tantangan industri kelapa sawit, mulai dari efisiensi produksi, digitalisasi, hingga keberlanjutan lingkungan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, hadir langsung menerima penghargaan utama tersebut. Ia mengapresiasi kinerja para inovator yang telah membawa PalmCo menorehkan prestasi membanggakan.
“Dari 15 grand finalis di lima kategori, 10 tim berasal dari PalmCo. Mereka berhasil menyapu bersih juara pertama di setiap kategori. Ini bukti nyata bahwa inovasi telah menjadi bagian dari budaya kerja kami,” ujar Jatmiko di Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari strategi perusahaan dalam mengintegrasikan inovasi dengan digitalisasi.
“Industri sawit menghadapi tantangan yang cepat dan kompleks. Inovasi, didukung digitalisasi, bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan utama untuk memastikan keberlanjutan bisnis, meningkatkan produktivitas, sekaligus menjaga lingkungan,” tambahnya.
Sejumlah karya inovasi PalmCo menjadi sorotan dalam PIC 2025. Tim The Big Three memperkenalkan alat Putus Sambung, solusi praktis untuk memperbaiki galah panen yang patah tanpa menunggu pengadaan baru. Inovasi sederhana ini dinilai efektif menekan biaya sekaligus mempercepat proses panen.
Di ranah teknologi, tim Neo 1PSB menampilkan Auto Dilute Press 4.0, perangkat berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu meningkatkan efisiensi pemisahan minyak sawit. Inovasi ini disebut sejalan dengan upaya PalmCo menuju transformasi digital.
Komitmen pada aspek keberlanjutan juga tercermin dari tim Detektif Solusi, yang berhasil mengolah tandan kosong sawit menjadi bahan baku kertas ramah lingkungan. Sementara tim Rambani II menciptakan EcoGrinderX, mesin pengolah serat kawul menjadi energi biomassa bernilai tinggi.
Dari bidang budaya kerja, tim Bekri Bravo menghadirkan aplikasi digital Nusaferol yang membantu menekan angka kecelakaan kerja di perkebunan. Aplikasi ini dianggap penting untuk memperkuat budaya keselamatan sekaligus mendukung produktivitas karyawan.
Meski sukses besar, Jatmiko menegaskan pencapaian ini hanyalah awal. Ia menyebut ada dua pekerjaan rumah utama, yakni memperluas penerapan inovasi di seluruh unit dan memastikan setiap ide, sekecil apa pun, bisa diimplementasikan.
“Masa depan PalmCo ada di tangan kita semua. Lebih dari 70 ribu karyawan adalah inovator yang siap menciptakan sejarah, meningkatkan produktivitas, menjaga lingkungan, dan memberi manfaat bagi para pemangku kepentingan,” tegasnya.
Keberhasilan PalmCo dalam PIC 2025 sekaligus memperkuat peran perusahaan sebagai subholding backbone PTPN Group yang menjadikan inovasi sebagai DNA organisasi.
Langkah ini dinilai bisa menjadi inspirasi bagi industri kelapa sawit nasional dalam menghadapi era baru yang menuntut efisiensi, keberlanjutan, dan transformasi digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










