Akurat

5 UMR Terkecil di Indonesia Tahun 2025, Simak Data dan Perbedaannya

Ratu Tiara | 3 September 2025, 23:54 WIB
 5 UMR Terkecil di Indonesia Tahun 2025, Simak Data dan Perbedaannya

AKURAT.CO Upah Minimum Regional (UMR) selalu menjadi sorotan publik karena menyangkut kesejahteraan pekerja di berbagai daerah.

Tahun 2025 ini pemerintah telah menetapkan UMP (Upah Minimum Provinsi) dan UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota) berdasarkan aturan resmi.

Sayangnya, masih ada sejumlah daerah yang memiliki besaran UMR relatif kecil dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Hal ini tentu memperlihatkan perbedaan kondisi ekonomi yang cukup signifikan antar daerah.

Baca Juga: UMR Terkecil di Dunia, Indonesia Masuk Urutan Berapa?

Dilansir dari JobStreet, Jawa Tengah menempati posisi sebagai provinsi dengan UMP terendah di Indonesia tahun ini.

Selain Jawa Tengah, ada pula Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, serta Nusa Tenggara Timur yang turut masuk dalam daftar. Penetapan ini berlaku mulai 1 Januari 2025 sesuai dengan Permenaker Nomor 16 Tahun 2024.

Penetapan UMR tersebut dilakukan di akhir tahun 2024 setelah melalui perhitungan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kebutuhan hidup layak masyarakat setempat.

Angka UMR yang ditetapkan kemudian menjadi pedoman utama bagi para pekerja maupun pengusaha dalam menyusun standar gaji minimum. Hal ini mencerminkan adanya kesenjangan antara daerah dengan biaya hidup rendah dan daerah dengan tingkat kebutuhan yang lebih tinggi.

Berikut adalah daftar 5 UMR terkecil di Indonesia tahun 2025

1. Jawa Tengah – Rp2.169.348

Provinsi ini menempati posisi pertama sebagai daerah dengan UMP terendah.

Kondisi ekonomi yang relatif moderat dan biaya hidup lebih rendah menjadi faktor penentu mengapa Jawa Tengah berada di urutan ini.

2. Jawa Barat – Rp2.191.232

Meski dikenal sebagai provinsi dengan jumlah industri besar, Jawa Barat masih memiliki UMP yang rendah. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan kondisi antara kawasan industri maju dan daerah penyangga.

3. Daerah Istimewa Yogyakarta – Rp2.264.080

DIY terkenal sebagai kota pelajar dan destinasi wisata, namun tingkat UMR-nya masih berada di bawah rata-rata nasional. Hal ini menggambarkan bahwa biaya hidup di Yogyakarta masih tergolong lebih terjangkau.

4. Jawa Timur – Rp2.305.984

Provinsi dengan wilayah luas ini memiliki variasi ekonomi yang cukup tinggi. Meski beberapa kota berkembang pesat, angka UMP tetap ditetapkan rendah agar sesuai dengan kondisi mayoritas daerah.

5. Nusa Tenggara Timur (NTT) – Rp 2.328.969

Sebagai provinsi di kawasan timur Indonesia, NTT memiliki tantangan ekonomi yang berbeda.

UMP yang kecil ini mencerminkan tingkat pertumbuhan yang masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan wilayah lain.

Baca Juga: Honor Atlet Pelatda DKI di Bawah UMR, Pj Gubernur Heru Budi Diminta Lebih 'Melek'

Melihat data di atas kita dapat menyimpulkan jelas bahwa setiap provinsi memiliki pertimbangan berbeda dalam penetapan UMR.

Faktor biaya hidup, pertumbuhan ekonomi, dan kebutuhan masyarakat menjadi alasan utama mengapa terjadi kesenjangan antar daerah.

Salsabilla Nur Wahdah (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R