Akurat

Bappenas Raih Dua Penghargaan di Ajang BAZNAS Awards 2025

Hefriday | 3 September 2025, 17:57 WIB
Bappenas Raih Dua Penghargaan di Ajang BAZNAS Awards 2025

AKURAT.CO Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang BAZNAS Awards 2025.

Penghargaan tersebut terdiri dari Special Award 2025 yang diberikan kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas sebagai Menteri Pendukung Gerakan Zakat, serta kategori Mitra Terbaik untuk Bappenas sebagai Lembaga Pendukung Ekosistem Zakat Sejahterakan Ummat.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata Bappenas dalam mendorong penguatan zakat di Indonesia. Tidak hanya sebatas partisipasi internal, Bappenas juga terlibat dalam mengintegrasikan indikator zakat ke dalam arah kebijakan pembangunan nasional dan daerah.

Direktur Ekonomi Syariah dan Badan Usaha Milik Negara Kementerian PPN/Bappenas, Rosy Wediawaty, menjelaskan bahwa pihaknya sejak lama berkomitmen memperkuat ekosistem zakat nasional.

Salah satunya dengan menjadikan zakat sebagai bagian penting dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Baca Juga: Serapan Anggaran Bappenas Capai 71,58 Persen di Agustus 2025

Menurut Rosy, Bappenas juga berperan penting dalam memasukkan indikator Indeks Zakat Nasional (IZN) sebagai outcome pembangunan daerah. Indikator ini telah dimasukkan dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), sehingga dapat digunakan oleh pemerintah daerah dalam penyusunan RPJMD masing-masing.

Selain kebijakan, Bappenas juga memberikan contoh melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sejak 2019. Unit ini menghimpun zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya dari para pegawai. Dalam periode Agustus 2022 hingga Agustus 2025, total dana yang terkumpul mencapai Rp249 juta dari 34 muzakki.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung target peningkatan rasio zakat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029. Rosy menekankan bahwa kontribusi zakat bukan hanya soal nominal, melainkan juga keberlanjutan dalam mendukung agenda pembangunan.

Transparansi dan digitalisasi juga menjadi sorotan penting dalam tata kelola zakat. Rosy menegaskan, masyarakat harus mengetahui secara jelas berapa dana zakat yang dibayarkan dan ke mana disalurkan. Dengan penerapan sistem digital, kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat diharapkan semakin meningkat.

Menurutnya, dua penghargaan yang diraih Bappenas dalam BAZNAS Awards 2025 menjadi motivasi untuk terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya agar zakat dapat berfungsi tidak hanya sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai instrumen filantropi yang mendorong pembangunan ekonomi inklusif.

“Tanpa dukungan berbagai pihak, target zakat mustahil tercapai. Jika dikelola secara optimal, zakat akan menjadi kekuatan besar untuk pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Rosy dalam keterangannya, Rabu (3/9/2025).

Dengan adanya apresiasi dari BAZNAS, Bappenas diharapkan mampu terus menjaga konsistensi dalam memperkuat ekosistem zakat nasional. Ke depan, zakat tidak hanya dilihat sebagai kewajiban individu, tetapi juga sebagai pilar penting dalam pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada kesejahteraan umat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa