Wisatawan Kini Lebih Selektif, Layanan Fleksibel Jadi Daya Tarik Utama

AKURAT.CO Di tengah era disrupsi perjalanan yang kian tinggi, perilaku wisatawan Indonesia mengalami pergeseran signifikan. Ketidakpastian akibat bencana alam, situasi geopolitik, hingga kendala pribadi, mendorong konsumen lebih selektif dalam merencanakan perjalanan.
Menurut CEO Tiket.com, Dimas Surya Yaputra menjelaskan bahwa mayoritas perubahan rencana perjalanan, bahkan hingga 80%, berasal dari alasan pribadi seperti kondisi kesehatan, kedukaan, hingga kendala administratif seperti visa.
Sehingga, lanjutnya, kebutuhan akan layanan fleksibel tidak lagi bersifat opsional, melainkan menjadi kebutuhan utama.
“Fleksibilitas kini menjadi pilar dalam pengalaman perjalanan. Bukan hanya bonus, tapi bagian dari jaminan layanan,” ujar Dimas melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (25/7/2025).
Baca Juga: Ed Sheeran hingga Tom Jones Bakal Konser di Jakarta, tiket.com Tawarkan Fitur Unik
Sebagai tanggapan, lanjut Dimas, pihaknya akan menghadirkan berbagai fitur adaptif. Mulai dari 100% Refund & Reschedule yang memungkinkan pembatalan hingga H-1 keberangkatan, hingga Flight Disruption Protection yang memberikan kompensasi otomatis saat terjadi gangguan.
"Tentunya langkah ini sejalan dengan pola perilaku baru wisatawan yang cenderung, memberi waktu jeda lebih panjang antar transit, memprioritaskan informasi real-time, memilih penyedia layanan yang memberi jaminan fleksibilitas," paparnya.
Oleh karena itu, lanjut Dimas, di tiket.com fleksibilitas dalam perjalanan kini tertanam dalam infrastruktur yang mendukung setiap perjalanan dengan fitur-fitur yang dirancang khusus untuk mengurangi tekanan stress akibat perubahan dan gangguan yang tiba-tiba.
“Seiring meningkatnya harapan konsumen terhadap keandalan dan empati dalam layanan perjalanan, transformasi semacam ini di industri pariwisata semakin diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Platform pemesanan kini tidak lagi hanya dituntut efisien, namun juga adaptif dan tanggap terhadap situasi darurat. Karena pada akhirnya, dalam dunia yang tak bisa ditebak, fleksibilitas bukan lagi soal kenyamanan tambahan, melainkan landasan utama membangun kepercayaan,” jelas Dimas.
Sedangkan dalam konteks ekosistem perjalanan modern, lanjut Dimas, tiket.com tentu tampil sebagai pelopor layanan fleksibel. Dengan pendekatan berbasis empati dan inovasi digital, platform ini berupaya menghadirkan pengalaman yang tidak hanya mudah, namun juga aman dan manusiawi.
Baca Juga: Kemenparekraf Gandeng Tiket.com Perkuat Pengembangan Desa Wisata dan Festival Daerah
Oleh karena itu, perubahan paradigma ini turut mendorong seluruh pelaku industri untuk bertransformasi. Dalam era ketidakpastian, kepercayaan konsumen hanya bisa dibangun lewat kepastian layanan yang adaptif dan tanggap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







