Akurat

Inflasi Pangan Terendah Sejak 1958, Stok Beras Capai 3,1 Juta Ton

Demi Ermansyah | 3 Mei 2025, 15:25 WIB
Inflasi Pangan Terendah Sejak 1958, Stok Beras Capai 3,1 Juta Ton

AKURAT.COPemerintah Indonesia mencatat pencapaian historis dalam pengendalian harga pangan dengan berhasil menekan inflasi pada angka 1,57% di tahun 2024. Capaian ini disebut sebagai yang terendah sejak tahun 1958.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menyatakan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari penguatan stok beras nasional dan koordinasi antarlembaga dalam menjaga stabilitas harga.

“Sejak tahun 1958, inflasi Indonesia berada pada titik terbaik, di 1,57 persen (pada 2024). Ini ditopang oleh ketersediaan beras yang juga terbaik dalam sejarah. Hari ini mencapai 3,1 juta ton,” ujar Arief dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (2/5/2025).

Baca Juga: Wamentan Sudaryono Kunjungi Wageningen University, Perkuat Kolaborasi Riset Pertanian untuk Ketahanan Pangan Indonesia

Cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 3,1 juta ton tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka, menjadi fondasi kuat bagi ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

"Ketersediaan yang mencukupi ini turut memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mendukung stabilitas harga beras di tengah gejolak harga global," paparnya.

Arief menambahkan bahwa pencapaian inflasi rendah ini patut diapresiasi semua pihak, terutama kementerian teknis dan pelaku sektor pangan yang bekerja keras menjaga pasokan dan harga pangan pokok.

Harga gabah petani yang saat ini ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram juga dianggap ideal. Selain menjaga daya beli masyarakat, kebijakan ini memberikan keuntungan yang adil bagi petani.

"Kami menjaga agar harga tetap stabil, tapi juga memberikan ruang kesejahteraan bagi petani. Keseimbangan ini penting untuk menjaga ekosistem pangan nasional," kata Arief.

Baca Juga: Presiden Prabowo Terima Laporan Ketahanan Pangan, Stok Beras Tertinggi dalam 23 Tahun

Situasi ini juga kontras dengan kondisi di beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina, yang tengah menghadapi kenaikan harga beras. Sementara itu, Indonesia mampu menjaga harga tetap stabil berkat stok yang terjaga dan perencanaan produksi yang matang.

"Ke depan, kami bersama kementerian terkait berkomitmen menjaga tren positif ini agar swasembada pangan tidak hanya menjadi target, tetapi realitas yang dapat dicapai secara berkelanjutan. Strategi ini mencakup penguatan cadangan, perlindungan harga petani, dan perluasan lahan tanam yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan nasional yang mencapai 2,5 hingga 2,6 juta ton beras per bulan," ucapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.