Produsen Listrik Lokal Ketar-Ketir, APPI Minta Pemerintah Perkuat Benteng Impor

AKURAT.CO Imbas perang dagang Amerika Serikat pada akhirnya membuat produsen listrik lokal semakin was-was.
Asosiasi Produsen Peralatan Listrik (APPI) minta pemerintah pasang badan buat lindungi industri dalam negeri dari banjirnya produk impor.
Ketua Umum APPI, Yohanes P. Widjaja, menyampaikan bahwas kondisi penerapan tarif Trump tersebut mampu membuat industri dalam negeri babak belur apabila tidak ada langkah konkret dari pemerintah.
Sebab menurutnya, pasar Indonesia sangat besar dengan daya belinya yang sangat tinggi. Sehingga lumrah apabila negara lain ngelirik untuk jualan ke Indonesia.
"Kalau pemerintah nggak ngelindungi, bisa-bisa industri lokal kita tumbang. Kita bisa kehilangan kesempatan buat jadi negara manufaktur," ujar Yohanes dalam keterangannya, Sabtu (5/4/2025).
Baca Juga: Kebijakan Tarif Impor AS Bisa Jadi Peluang Bangkitkan Ekonomi Indonesia
Lebih lanjut, APPI menyoroti bahwa produk alat listrik buatan Indonesia udah cukup bersaing di pasar internasional. Beberapa produk unggulannya seperti transformator tenaga, panel tegangan menengah, dan meteran listrik, mampu menembus pasar ekspor, termasuk ke Amerika.
Namun, lanjutnya, dengan adanya kebijakan tarif timbal balik AS, peluang tersebut bisa meredup. Ditambah produk dari negara-negara terdampak kebijakan AS bisa aja masuk ke Indonesia sebagai pasar pelarian.
Oleh karena itu apabila pemerintah tidak bisa mengendalikannya maka mau tidak mau membuat persaingan makin tidak sehat.
“Produk impor itu bisa masuk deras karena mereka cari pasar baru. Nah, Indonesia bisa jadi target empuk,” jelas Yohanes.
Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Perkuat UMKM Usai AS Naikkan Tarif Impor Indonesia
APPI berharap pemerintah bergerak cepat, memperketat pintu masuk barang impor, dan mengawal industri lokal supaya tetap eksis di tengah gejolak global.
"Jangan sampai kita cuma jadi pasar doang, tapi nggak punya industri yang kuat," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








