Face Recognition Stasiun Gambir Kurangi Antrean Saat Arus Balik Lebaran

AKURAT.CO Teknologi face recognition yang diterapkan di Stasiun Gambir terbukti efektif dalam mengurangi antrean penumpang saat periode arus balik Lebaran 2025.
Meski tingkat okupansi penumpang mencapai 77% pada Rabu (2/4/2025), suasana di gerbang boarding tetap lancar tanpa penumpukan berarti.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, mengungkapkan bahwa sistem ini mempercepat proses boarding dan meningkatkan kenyamanan penumpang.
“Betul, teknologi face recognition di Stasiun Pasar Senen dan Gambir memang mempermudah proses boarding penumpang,” ujar Ixfan saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (2/4/2025).
Baca Juga: Dedi Mulyadi Akan Tegur Wali Kota Depok Terkait Penggunaan Mobil Dinas untuk Mudik
Data PT KAI menunjukkan bahwa pada hari tersebut, sebanyak 46 perjalanan kereta jarak jauh diberangkatkan dari Stasiun Gambir dengan kapasitas 21.752 kursi.
Dari jumlah tersebut, 16.807 kursi terisi, menunjukkan tingkat keterisian yang cukup tinggi. Meski demikian, antrean panjang tidak terlihat di area boarding gate.
“Dengan sistem ini, penumpang yang sudah terdaftar cukup memindai wajah mereka tanpa perlu menunjukkan tiket atau KTP. Hal ini mempercepat antrean dan mengurangi risiko kehilangan tiket,” jelas Ixfan.
Selain mempercepat proses boarding, sistem pengenal wajah juga membantu mengurangi risiko human error dalam pemeriksaan tiket.
Penumpang yang sebelumnya harus menunjukkan dokumen fisik kini cukup berdiri di depan pemindai wajah, yang secara otomatis mengonfirmasi identitas dan keabsahan tiket mereka.
Arus balik Lebaran juga mencatat tingginya jumlah kedatangan penumpang di Daop 1 Jakarta. Berdasarkan data yang dirilis PT KAI, sebanyak 41.040 penumpang tiba di Jakarta pada hari yang sama.
Baca Juga: PLN Bagikan Kisah Petugas yang Siaga Layani Masyarakat di Posko Mudik BUMN
Dari jumlah tersebut, 11.217 orang turun di Stasiun Gambir, sementara 16.141 lainnya tiba di Stasiun Pasar Senen. Sisanya tersebar di stasiun lain seperti Jatinegara, Bekasi, Karawang, dan Cikampek.
Menurut Ixfan, pola kepadatan penumpang tahun ini cenderung lebih merata dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau tahun 2024 itu ada titik puncak penumpang berangkat dan datang di tanggal tertentu. Kalau tahun ini lebih merata, karena program pemerintah yang mencanangkan WFA bersamaan dengan libur sekolah. Jadi dari tanggal 21 Maret hingga 11 April, grafik okupansi lebih stabil,” jelasnya.
Untuk mengurai kepadatan, PT KAI mengimbau para penumpang untuk memanfaatkan stasiun-stasiun terintegrasi sebagai alternatif titik naik dan turun.
Stasiun seperti Jatinegara, Bekasi, dan Karawang disiapkan sebagai lokasi transit untuk menghindari lonjakan penumpang di stasiun utama.
Selama periode 21 Maret hingga 11 April 2025, PT KAI telah mengoperasikan 1.876 perjalanan kereta api jarak jauh, termasuk KA tambahan. Dari total kapasitas 1.048.328 kursi yang disediakan, sebanyak 785.000 tiket telah terjual, mencerminkan tingkat okupansi sekitar 75%.
Jumlah kedatangan penumpang di Daop 1 Jakarta sendiri telah mencapai 698.702 orang dan diperkirakan masih akan bertambah.
Penerapan sistem face recognition ini diharapkan bisa menjadi standar baru dalam pelayanan perkeretaapian di Indonesia.
Dengan proses boarding yang lebih cepat dan efisien, pengalaman perjalanan menggunakan kereta api semakin nyaman bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










