Akurat

Bisnis Musiman Tetap Bertahan Setelah Lebaran, Apa Rahasianya?

Demi Ermansyah | 31 Maret 2025, 11:10 WIB
Bisnis Musiman Tetap Bertahan Setelah Lebaran, Apa Rahasianya?

AKURAT.CO Setiap tahunnya, menjelang dan selama Lebaran, banyak bisnis musiman bermunculan. Mulai dari penjualan kue kering, pakaian muslim, parcel Lebaran, hingga jasa transportasi dan katering.

Namun, setelah momen Lebaran berlalu, banyak dari bisnis ini yang langsung meredup atau bahkan tutup. Tapi, ada juga beberapa bisnis yang justru tetap bertahan dan bahkan berkembang setelah Lebaran. Apa rahasianya? Yuk, kita kupas lebih dalam!

1. Diversifikasi Produk dan Layanan

Salah satu cara agar bisnis musiman tetap berjalan setelah Lebaran adalah dengan melakukan diversifikasi produk. Misalnya, bisnis kue kering tidak hanya menjual nastar atau kastengel yang identik dengan Lebaran, tetapi juga mulai memproduksi varian kue untuk acara lain seperti arisan, ulang tahun, atau bahkan camilan harian.

Contoh lainnya, bisnis pakaian muslim bisa memperluas lini produknya dengan menjual busana muslim yang bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari, bukan hanya gamis atau baju koko khas Lebaran. Dengan begitu, pelanggan akan tetap membeli meski Lebaran telah usai.

2. Memanfaatkan Branding yang Kuat

Bisnis yang memiliki branding kuat cenderung lebih mudah bertahan dibandingkan dengan bisnis yang hanya muncul mendadak saat musim tertentu. Branding yang kuat bisa dibangun melalui media sosial, website, atau strategi pemasaran lainnya.

Sebagai contoh, jika kamu memiliki bisnis hampers Lebaran, kamu bisa mulai mempromosikan hampers untuk momen lain seperti hampers pernikahan, ulang tahun, atau hari raya lainnya seperti Natal dan Imlek.

Baca Juga: 6 Pilihan Hampers Lebaran 2025 yang Paling Diminati, Yuk Simak!

3. Menjaga Hubungan dengan Pelanggan

Bisnis musiman sering kali hanya fokus menjual produk tanpa membangun hubungan dengan pelanggan. Padahal, pelanggan yang puas bisa menjadi sumber pendapatan jangka panjang. Salah satu caranya adalah dengan membuat database pelanggan dan rutin menghubungi mereka untuk menawarkan produk baru atau promo spesial.

Misalnya, jika kamu menjual parcel Lebaran, kamu bisa menawarkan promo parcel untuk acara perusahaan, seminar, atau pernikahan. Dengan begitu, pelanggan yang puas dengan produk Lebaranmu akan tetap melakukan pembelian di luar musim Lebaran.

4. Mengoptimalkan Media Sosial dan Marketplace

Era digital memungkinkan bisnis untuk tetap berjalan tanpa harus memiliki toko fisik. Banyak bisnis musiman yang sukses bertahan setelah Lebaran karena mereka aktif di media sosial dan marketplace seperti Shopee, Tokopedia, atau Instagram. Dengan strategi pemasaran digital yang tepat, bisnis bisa menarik pelanggan sepanjang tahun.

Misalnya, bisnis catering yang awalnya hanya fokus pada pesanan saat Lebaran bisa mulai menawarkan layanan catering harian atau katering diet untuk mereka yang ingin menjaga pola makan setelah Lebaran. Dengan begitu, mereka tetap mendapatkan pelanggan setelah momen Lebaran berlalu.

5. Menciptakan Produk Evergreen

Produk musiman biasanya hanya laku dalam waktu tertentu, tapi jika kamu bisa menciptakan produk yang bisa digunakan sepanjang tahun, maka bisnismu punya peluang lebih besar untuk bertahan. Contohnya, bisnis penjualan ketupat instan bisa diperluas dengan menawarkan produk olahan beras lain seperti lontong atau nasi uduk instan yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

Selain itu, bisnis yang menjual busana muslim bisa menawarkan pakaian yang bisa digunakan sehari-hari, bukan hanya untuk Lebaran. Misalnya, baju gamis dengan desain yang lebih kasual sehingga tetap bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

6. Menerapkan Sistem Pre-Order atau Langganan

Salah satu tantangan bisnis musiman adalah stok barang yang berlebih setelah musim berakhir. Untuk mengatasi hal ini, banyak bisnis yang menerapkan sistem pre-order atau langganan. Misalnya, bisnis kue kering bisa menawarkan program langganan di mana pelanggan bisa mendapatkan stok kue setiap bulan dengan harga khusus.

Baca Juga: 15 Ide Bisnis Bulan Ramadhan untuk Mahasiswa, Model Murah Namun Cuan!

Selain itu, bisnis katering juga bisa menawarkan layanan berlangganan untuk makanan sehat atau menu diet setelah Lebaran. Dengan cara ini, pelanggan akan tetap menggunakan jasa atau produk bisnis tersebut meskipun musim Lebaran telah berakhir.

7. Kolaborasi dengan Bisnis Lain

Strategi lain yang bisa digunakan agar bisnis musiman tetap berjalan adalah dengan menjalin kolaborasi dengan bisnis lain. Misalnya, bisnis hampers bisa bekerja sama dengan penyedia jasa catering untuk menawarkan paket makanan dan hampers dalam satu bundling menarik.

Selain itu, bisnis pakaian muslim bisa bekerja sama dengan desainer lokal untuk menghadirkan koleksi eksklusif yang bisa dipasarkan sepanjang tahun. Dengan strategi ini, bisnis akan tetap memiliki daya tarik meskipun bukan dalam musim puncaknya.

8. Menjaga Kualitas dan Layanan

Terakhir, namun tidak kalah penting, adalah menjaga kualitas produk dan layanan. Bisnis yang sukses bertahan setelah Lebaran adalah bisnis yang selalu mengutamakan kepuasan pelanggan. Pastikan produk yang dijual tetap berkualitas dan pelayanan tetap maksimal, sehingga pelanggan tetap setia dan merekomendasikan bisnis tersebut kepada orang lain.

Mempertahankan bisnis musiman setelah Lebaran memang bukan hal mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin.

Dengan strategi diversifikasi produk, branding yang kuat, pemasaran digital, serta menjaga hubungan baik dengan pelanggan, bisnis musiman bisa tetap berkembang bahkan setelah musim Lebaran berakhir.

Jadi, jika kamu punya bisnis musiman, jangan langsung tutup setelah Lebaran! Terapkan strategi-strategi di atas agar usahamu bisa bertahan lebih lama dan berkembang lebih besar. Semoga sukses!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.