Akurat Logo

Trade Summit 2025, Indonesia Perkuat Ekspor Sarang Burung Walet ke China

Hefriday | 20 Maret 2025, 11:30 WIB
Trade Summit 2025, Indonesia Perkuat Ekspor Sarang Burung Walet ke China

AKURAT.CO Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai produsen utama sarang burung walet dunia.

Dalam upaya meningkatkan volume dan nilai ekspor, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggelar China-Indonesia Bird’s Nest Trade Summit Forum 2025.

Forum ini menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha dari kedua negara untuk memperkuat hubungan dagang dan menciptakan ekosistem perdagangan yang berkelanjutan.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan bahwa Indonesia memiliki keunggulan dalam industri sarang burung walet, baik dari segi kualitas maupun pengolahan.

Dengan standar internasional yang ketat, produk Indonesia sudah diakui di pasar global, terutama di China.

"Forum ini kami harap dapat semakin menonjolkan keunggulan sarang burung walet Indonesia, sehingga berkontribusi memperkuat hubungan dagang antara Indonesia dan China," ujar Budi dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (20/3/2025).

Baca Juga: Kemendag dan Polri Berantas Kecurangan di SPBU, Rugikan Masyarakat Rp3,4 Miliar per Tahun

Saat ini, China menjadi tujuan utama ekspor sarang burung walet Indonesia. Pada tahun 2024, ekspor sarang burung walet Indonesia ke seluruh dunia mencapai USD428 juta, dengan hampir 70% di antaranya diserap oleh China, yakni USD428,79 juta dari total impor China sebesar USD634,95 juta.

Selain China, beberapa negara lain juga menjadi pasar ekspor potensial. Di antaranya Hong Kong (USD62,35 juta), Vietnam (USD22,01 juta), Singapura (USD17,81 juta), Amerika Serikat (USD14,71 juta), dan Taiwan (USD7,75 juta).

Dalam lima tahun terakhir (2020-2024), ekspor sarang burung walet Indonesia ke Tiongkok menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan rata-rata 3,75% per tahun.

Untuk memastikan pertumbuhan ekspor yang berkelanjutan, Kemendag menggandeng berbagai pihak dalam forum ini.

Sebanyak 30 pelaku usaha sarang burung walet dari Indonesia, 30 anggota China Agricultural Wholesale Market Association (CAWA) asal Tiongkok, serta lima asosiasi sarang burung walet Indonesia turut serta dalam pertemuan ini.

Forum ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga membuka peluang kerja sama konkret melalui sesi business matching.

Baca Juga: Tegas, Kemendag Segel Pabrik MinyaKita di Karawang

Dengan demikian, eksportir Indonesia bisa langsung menjalin kesepakatan dagang dengan importir Tiongkok, mempercepat proses ekspor, dan memastikan produk Indonesia tetap kompetitif di pasar internasional.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menjelaskan bahwa forum ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya. Sebelumnya, kegiatan serupa telah diadakan pada 2023 dan 2024 oleh Kementerian Pertanian.

"Forum ini dapat menjadi wadah pertukaran informasi tentang perkembangan dan tren terbaru pasar sarang burung walet, serta mendorong kebijakan dan regulasi sesuai kebutuhan," jelasnya.

Fajarini juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan eksportir untuk menjaga posisi Indonesia sebagai pemimpin Karawan

Dengan regulasi yang tepat dan kebijakan ekspor yang mendukung, potensi pasar sarang burung walet Indonesia masih bisa berkembang lebih luas.

Sarang burung walet asal Indonesia memiliki keunggulan dari segi kualitas dan kandungan gizi. Produk ini banyak digunakan dalam industri makanan dan kesehatan di Tiongkok, terutama sebagai bahan utama sup sarang burung walet yang dianggap memiliki manfaat bagi kesehatan.

Selain itu, Indonesia menerapkan standar ketat dalam pengolahan sarang burung walet, mulai dari pemanenan hingga proses pembersihan dan pengemasan.

Standar ini membuat produk Indonesia lebih dipercaya di pasar internasional dibandingkan produk dari negara lain.

Meskipun potensi ekspor sarang burung walet sangat besar, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah persaingan dari negara lain, seperti Malaysia dan Thailand, yang juga berusaha masuk ke pasar Tiongkok.

Selain itu, regulasi di Tiongkok yang terus berkembang juga menjadi tantangan bagi eksportir Indonesia.

Namun, dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah dan kerja sama yang erat antara pelaku usaha, Indonesia tetap optimistis bisa mempertahankan dominasinya di pasar global.

Forum dagang seperti ini diharapkan bisa menjadi jembatan bagi pengusaha Indonesia untuk terus memperluas pasar dan meningkatkan nilai ekspor.

Indonesia telah membuktikan diri sebagai produsen sarang burung walet terbesar di dunia, dengan Tiongkok sebagai pasar utama.

Melalui China-Indonesia Bird’s Nest Trade Summit Forum 2025, Kemendag berupaya memastikan ekspor sarang burung walet terus tumbuh dan semakin menguntungkan bagi pelaku usaha di dalam negeri.

Dengan kerja sama yang erat antara pemerintah, asosiasi, dan eksportir, serta strategi dagang yang tepat, Indonesia bisa terus mempertahankan posisinya sebagai raja sarang burung walet dunia.

Kini, tantangannya adalah bagaimana memanfaatkan momentum ini untuk memperluas pasar ke negara lain dan semakin memperkuat daya saing di kancah global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa